• Selasa, 28 Juni 2022

Dua Minggu Jelang Armuzna, Screening Kesehatan Jemaah Haji Digencarkan

- Senin, 20 Juni 2022 | 12:49 WIB
Pelayanan medis jemaah haji Indonesia (Instagram hasanahnews)
Pelayanan medis jemaah haji Indonesia (Instagram hasanahnews)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Sekitar dua pekan lagi jemaah haji akan mulai menjalankan serangkaian ritual haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pun mulai gencar melakukan screening untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Budi Sylvana, MARS, mengatakan proses screening awal bagi jemaah dilakukan di kloter maupun sektor. Terkecuali bagi jemaah dengan risti, dilakukan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

''Hal ini untuk memastikan kesiapan kondisi kesehatan jamaah,'' kata dr Budi, dikutip dari kemenkes.go.id pada Senin (20/6/2022)

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr. Muhammad Imran menuturkan proses screening awal dilakukan di tingkat kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter. Jika kondisi jemaah risti perlu dikonsultasikan ke dokter spesialis, jemaah dikumpulkan di sektor, kemudian dilalukan penjemputan oleh KKHI Makkah.

Setiap satu kloter didampingi oleh satu TKH kloter. Ketika sampai, jemaah dibantu TKH mengisi form rawat jalan. Pasien antri tunggu dipanggil, kemudian dilakukan pengecekan tensi terlebih dahulu, setelah itu konsul dengan dokter spesialis. Selesai konsultasi, jemaah mendapatkan obat sesuai dengan penyakitnya, serta edukasi kesehatan.

Selama menunggu giliran, jemaah diputarkan video pendek edukasi kesehatan haji.

''Jadi TKH melakukan screening di kloter. Dari hasil screening, mereka mereka yang perlu di konsulan ke dokter spesialis, dibawa ke sini. Kita jemput untuk diperiksa spesialis di sini,'' jelas dr. Imran.

Lanjut dr. Imran, pemeriksaan jemaah risti jelang armuzna akan dilaksanakan setiap hari sampai menjelang fase armuzna, sehingga nantinya akan terpilah dan terindentifikasi jemaah yang mampu melaksanakan armuzna dan yang harus di safari wukufkan atau di badal hajikan.

Halaman:

Editor: Ammar Faizal Haidar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X