• Selasa, 28 Juni 2022

63 Persen Jemaah Haji Masuk Kategori Resiko Tinggi

- Senin, 20 Juni 2022 | 19:39 WIB
Petugas kesehatan haji memberi penyuluhan kepada jemaah. (Instagram Puskes Haji)
Petugas kesehatan haji memberi penyuluhan kepada jemaah. (Instagram Puskes Haji)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Haji mencatat dari total 99 kelompok terbang (kloter), ada 39.125 atau 63,25 persen jemaah haji Indonesia yang masuk kategori resiko tinggi (risti).

Anggota Promkes dr. Aris Yudhariansyah menyebut bahwa data itu berdasarkan hasil rekap hingga Jumat (17/6/2022).

Aris menambahkan, bahwa berdasarkan deteksi dini tim promosi kesehatan sudah memberikan penyuluhan kepada 2.343 jamaah haji. Tim promkes sudah menemukan ada 269 kasus panyakit yang dialami jamaah haji.

''Dari 269 kasus ini, lima sampai empat kasus adalah gangguan kardiovaskuler sementara satu kasus dari penyakit degeneratif lain seperti diabetes dan hipertensi,'' katanya.

Aris menyarankan, bagi jamaah yang mempunyai penyakit-penyakit yang termasuk dalam golongan resiko tinggi di tanah air bisa lebih mempersiapkan dirinya terkait dengan upaya kesehatannya.

Jadi peran dokter pemeriksa awal mulai dari Puskesmas di daerah itu harusnya lebih lebih ketat lagi.

''Sehingga kriteria resiko tinggi itu sudah disematkan dan sudah diobservasi sejak pemeriksaan pertama kesehatan jamaah haji,'' katanya.

Aris mengatakan, ketika jamaah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di embarkasi, maka hasilnya tinggal final cek kesehatan saja berdasarkan hasil medical record yang sudah didapat dari daerah. Dokter juga bisa menambah pemeriksaan terhadap keluhan-keluhan jamaah saat menjelang keberangkatan.

''Berdasarkan pemeriksaan free flight itu bisa diputuskan dengan cepat ini jamaah haji layak atau tidak layak melakukan perjalanan ke Saudi Arabia,'' katanya.

Halaman:

Editor: Ammar Faizal Haidar

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X