• Kamis, 11 Agustus 2022

Penyelenggaraan Haji Furoda Masih Belum Jelas, Asosiasi Mohon Pertolongan Kemenag dan Kemenhub

- Senin, 27 Juni 2022 | 15:32 WIB
Umat muslim seluruh dunia penuhi Masjidil Haram. (Pixabay/adliwahid)
Umat muslim seluruh dunia penuhi Masjidil Haram. (Pixabay/adliwahid)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Penyelenggaraan Haji Furoda hingga saat ini masih belum mendapatkan titik terang.

Menurut Asosiasi Muslim Penyelenggaran Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), kebijakan mengenai kepastian keberangkatan Haji Furoda sepenuhnya berada dalam kewenangan pemerintah Arab Saudi.

"Kalau dibilang permasalahan maka permasalahan ini masuk ke dalam kategori force majeure artinya ini adalah keadaan yang terjadi di luar kemampuan kami sebagai para penyelenggara haji dan umroh dan juga kemampuan kami sebagai pengurus asosiasi haji dan umroh ini," kata Wasekjen AMPHURI, Rizky Sembada seperti dilansir dari Detikcom, Senin (27/6/2022).

"Artinya ini kebijakan mutlak pemerintah Saudi Arabia yang tidak bisa kami intervensi di dalamnya... hanya kekuatan doa dan negosiasi la ya kami berjuang untuk itu dan ini kami sampaikan ke jemaah apa adanya," dia menambahkan.

Untuk itu, AMPHURI berharap Kementerian Agama (Kemenag) melakukan negosiasi kepada pemerintah Arab Saudi. Itu agar jemaah haji furoda Indonesia bisa mendapatkan kepastian keberangkatan.

"Harapan kami ke Kemenag juga terus membantu kami untuk melakukan negosiasi kepada pemerintah Saudi baik melalui jalur KBSA (Kerajaan Besar Kedutaan Arab Saudi) yang ada di Indonesia maupun secara langsung ke mazratul haj Saudi Arabia melalui KJRI dan Kedubes RI yang ada di Saudi," kata Rizky.

AMPHURI juga mengajak asosiasi untuk meminta kepada Kemenag dan Kemenhub agar pihak maskapai tidak menghanguskan uang jemaah jika terjadi kegagalan keberangkatan. Biaya untuk haji furoda sendiri mencapai 20.000-25.000 USD atau sekitar Rp 297 juta-Rp 371 juta.

"Dalam kesempatan ini juga kami mengajak seluruh asosiasi untuk kompak bergandengan tangan satu narasi satu frekuensi di dalam meminta kepada Kemenag dan juga Kemenhub untuk menyampaikan kepada pihak maskapai agar tidak menghanguskan uang uang kami dari PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) yang sudah masuk ke maskapai maskapai apabila terjadi kemunduran atau nauzubillah sampai terjadi kegagalan visa haji furoda ini," kata Rizky.

AMPHURI juga meminta pemerintah mendampingi PIHK dalam menghadapi maskapai penerbangan.

Halaman:

Editor: Ammar Faizal Haidar

Sumber: detikcom

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X