• Kamis, 29 September 2022

Inilah Rompi Penurun Suhu, Teknologi Carbon Cool yang Disiapkan Untuk Bantu Jemaah Haji Heat Stroke

- Selasa, 28 Juni 2022 | 10:10 WIB
Kepala Puskes Haji, Budi Sylvana mencoba set rompi carbon cool. (Kemenkes)
Kepala Puskes Haji, Budi Sylvana mencoba set rompi carbon cool. (Kemenkes)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Kementerian Kesehatan menyiapkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi set rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada jemaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah armuzna sebagai tindakan pencegahan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan (Puskes) Haji, Budi Sylvana.

''Rompi penurun suhu ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan di musim haji 1443 H, untuk penanganan kasus heat stroke yang mungkin terjadi di musim haji 2022 ini,'' ujar Budi seperti dilansir dari Kemenkes.go.id, Selasa (28/6/2022).

Sebanyak 10 jaket disediakan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jemaah heat stroke.

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, sekaligus tim peneliti Dr dr Rr Suzy Indharty, mengatakan bahwa pengukuran suhu dan tanda vital jemaah menjadi parameter dalam penggunaan rompi set ini.

''Suhu diukur secara berkelanjutan, dan akan dihentikan setelah suhu pasien turun mencapai 38 derajat, untuk kemudian diberikan terapi standar lainnya,'' Ujar dr. Suzy.

Penggunaan tekno cool bukan tanpa sebab. Daya tahan dingin yg lama dan titik leleh menjadi alasan utama teknologi ini digunakan.

''Bisa bertahan 8-12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair, dan tidak basah,'' tambahnya.

Dalam penggunaanya, pasien akan dipakaikan rompi lengkap dengan decker untuk meredam saraf-saraf sensorik yg banyak dibagian tubuh terbuka yang tersengat matahari yaitu bagian lengan, paha, dan betis.

Halaman:

Editor: Nenden Pupu

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X