Dana Optimalisasi Haji Indonesia Terancam Habis Tahun 2027, Begini Usulan Dosen UIN Jakarta

- Selasa, 29 November 2022 | 14:48 WIB
Jemaah melakukan thawaf di Masjidil Haram. (Instagram Makkah_Munawwara)
Jemaah melakukan thawaf di Masjidil Haram. (Instagram Makkah_Munawwara)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Abdul Moqsith Ghozali mengusulkan agar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dinaikkan secara bertahap.

Usulan tersebut dinilai sebagai solusi alternatif untuk mengatasi masalah kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang sangat signifikan pada tahun 2022.

"Saya usul, kenaikan biaya haji dilakukan secara bertahap," kata Moqsith pada acara Muzakarah Perhajian Indonesia di Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Situbondo, Selasa (29/11/2022).

Menurutnya, tahun 2022, rata-rata BPIH mencapai Rp97,7 juta, sementara jemaah hanya membayar Bipih sebesar Rp39,8 juta. Sisanya ditanggung dari nilai manfaat dana optimalisasi.

"Jika pola ini dipertahankan, nilai manfaat dana optimalisasi haji bisa habis pada 2027," terangnya.

Sementara itu, Rais Syuriah PBNU, KH Afifuddin Muhajir menggarisbawahi pentingnya mendistribusikan nilai manfaat dana haji secara proporsional. Hal itu didasarkan pada kemaslahatan dan keadilan.

Menurut Kyai Afifuddin, haji hanya wajib bagi orang yang memiliki kemampuan membayar secara sempurna Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang ditetapkan pemerintah.

Namun, penetapan BPIH harus atas dasar keadilan bagi kedua pihak, pemerintah dan jemaah. 

"Penentuan BPIH harus berdasarkan kemaslahatan dan keadilan dua belah pihak. Tidak merugikan negara dan tidak merugikan calon jemaah. Bagaimana jemaah tidak diberatkan dan bagaimana negara tidak rugi," terangnya.

Halaman:

Editor: Nenden Pupu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X