• Selasa, 29 November 2022

Mengenal Rafats, Sebuah Perkataan yang Bisa Menggugurkan Pahala Haji

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 16:32 WIB
Umat Islam mencium Ka'bah di Masjidil Haram. (Instagram @i5ea)
Umat Islam mencium Ka'bah di Masjidil Haram. (Instagram @i5ea)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Rafats berasal dari kata (رفت - يرفتُ - رفتا - ورفتا) rafatsa, yarfatsu, raftsan wa rafatsan yang secara etimologi berarti 'kotor' atau 'keji'.

Di dalam Al-Qur'an, kata rafats ditemukan sebanyak dua kali, pertama pada QS. Al-Baqarah (2): 187, yang berbicara di dalam konteks puasa. Lalu kedua pada QS. Al-Baqarah (2): 197, yang berbicara di dalam kaitan haji.

Secara terminologi rafats adalah perkataan tidak senonoh yang mengarah kepada seksualitas.

Kata rafats merupakan kinayah (كناية : sindiran) dari jima' ( جماع: bersetubuh).

Menurut Ibnu Abbas RA, rafats yang dilarang oleh Allah di waktu haji adalah perkataan yang mengarah kepada seksualitas yang dihadapkan kepada wanita.

Bila perkataan tersebut diucap kan sendiri, tidak didengar oleh wanita, maka tidak termasuk ra fats di dalam haji.

Jima' bagi orang yang ihram termasuk rafats. Menurut jumhur Ulama, orang jima sebelum tahallul (melepas pakaian ihram) pertama dan sesudah wukuf di Arafah maka haji nya menjadi rusak, dan dikenai denda (dam) dengan seekor unta dan dagingnya dibagi-bagikan kepada fakir miskin yang ada di tanah haram.

Jika tidak sanggup menyembelih seekor unta, maka dendanya menyembelih seekor sapi. Jika tidak sanggup menyembelih se ekor sapi, dikenai denda dengan menyembelih tujuh ekor kambing.

Jika tidak sanggup, maka harus memberi makanan seharga unta dan disedekahkan kepada fakir miskin yang ada di tanah haram. Jika masih tidak sanggup, wajib diganti dengan puasa, untuk satu mud, makanan dari harga unta itu dipuasakan satu hari.

Halaman:

Editor: Ahmad Murtadha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yang Sunnah dan Makruh Saat Melaksanakan Thawaf

Kamis, 25 Agustus 2022 | 18:16 WIB

5 Amalan yang Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:18 WIB
X