Minyak Nilam Hasil Desa Binaan IAIN Bone Tembus Pasar Ekspor, Nilai Transaksinya Capai 4,7 M

- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:24 WIB
Minyak nilam yang akan dieskpor ke India dan Pakistan. (Kemenag)
Minyak nilam yang akan dieskpor ke India dan Pakistan. (Kemenag)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone berhasil membantu mewujudkan impian para petani nilam untuk memasarkan produk mereka ke kancah internasional.

Melalui program Desa Sejahtera Astra-Kementerian Agama (DSA), IAIN Bone sukses mengawal proses produksi minyak astiri dari tanaman nilam yang dilakukan di Kabupaten Bombana (Sulawesi Tenggara) dan Bone (Sulawesi Selatan).

Hasilnya, sebanyak 12.000 kg minyak nilam dapat diekspor ke India dan Pakistan pada 12 Agustus 2022 dengan nilai total transaksi Rp4,7 miliar.

"Minyak astiri ini merupakan kebutuhan dunia yang kerap digunakan sebagai bahan campuran pembuatan kosmetik, farmasi dan aroma terapi yang berfungsi sebagai zat pengikat/fixative, dan saat ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat petani nilam binaan LPPM IAIN Bone hingga tiga juta rupiah per bulan," ujar Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IAIN Bone, Syamsuriadi di Bone, Senin (15/8/2022).

Program Desa Sejahtera Astra-Kementerian Agama di IAIN Bone ini, kata Syamsuriadi, telah dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir.

Hal itu berawal pada 2019, saat IAIN Bone mengajukan proposal untuk berkompetisi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga lainnya guna mendapatkan program dampingan DSA.

“Alhamdulillah, di tahun 2020 kami lolos bersama beberapa perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya. Program ini telah memberikan manfaat pada lima desa binaan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Wakatobi dan Bombana, melalui sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Insya Allah, di tahun 2022 ini kami akan mendapatkan program lanjutan dari PT Astra International Tbk untuk tahun ketiganya,” ungkap Syamsuriadi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengapresiasi kiprah dan kontribusi dampingan pengabdian masyarakat IAIN Bone. Apalagi, hasilnya bisa diekspor secara nyata.

“Ini merupakan hasil kerjasama yang luar biasa dari berbagai pihak yang tentunya keuletan, dedikasi, dan istiqamah dari pimpinan IAIN Bone dan pak Syamsuriadi selaku pendamping program yang serius dan tidak main-main,” ungkap Dirjen yang juga guru besar UIN Bandung.

Halaman:

Editor: Nenden Pupu

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X