• Selasa, 29 November 2022

3 Sentimen Ini Membuat Israel Membenci Palestina?

- Senin, 19 September 2022 | 10:31 WIB
Terdapat sejumlah sentimen yang memungkinan membuat Israel membenci Palestina.  (Pixabay.com/@hosny_salah)
Terdapat sejumlah sentimen yang memungkinan membuat Israel membenci Palestina.  (Pixabay.com/@hosny_salah)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Mungkin masih ada yang bertanya mengapa Israel membenci Palestina. Ini berkaitan dengan sikap negara di timur tengah yang berada di benua Asia bagian barat tersebut yang terus melakukan teror hingga tak sedikit korban nyawa yang melayang.

Sebenarnya, Palestina mempunyai alasan yang sangat jelas untuk membenci Israel. Sebab, negara Israel berdiri di atas reruntuhan tanah air mereka. Namun alasan tersebut seolah tak ditolerir karena Israel masih sering menyarangkan serangan-serangan, yang sebagiannya tak beralasan.

Menyadur Aljazeera, analis politik senior Marwan Bishara mengatakan bahwa terdapat tiga sentimen yang memungkinkan Israel membenci Palestina. Ini adalah ketakutan, kecemburuan, dan kemarahan.

Baca Juga: Kuasai Pasar Industri Berlian Dunia, Tak Heran Israel Digdaya di Timur Tengah

Ketakukan sendiri disebut faktor utama, tetapi bisa irasional namun instumental. Israel mempunyai ketakutan ini lantaran historis. Israel terus takut pada Palestina setelah menduduki semua tanah mereka dan menjadi kekuatan regional dan nuklir yang kuat. Karena ketakutannya terhadap Palestina bukan hanya fisik atau materi, tetapi juga eksistensial.

Israel pada dasarnya meninggalkan Gaza dalam ketakutan pada tahun 2005, memberlakukan blokade yang tidak manusiawi terhadap dua juta, sebagian besar pengungsi, yang tinggal di sana.

Israel takut akan semua yang merupakan ketabahan Palestina, persatuan Palestina, demokrasi Palestina, puisi Palestina, dan semua simbol nasional Palestina, termasuk bahasa, yang diturunkan peringkatnya, dan bendera, yang coba dilarang.

Israel terutama mengkhawatirkan ibu-ibu Palestina yang melahirkan bayi baru, yang disebutnya sebagai “ancaman demografis”. Menggemakan obsesi nasional Israel dengan prokreasi Palestina, seorang sejarawan memperingatkan 12 tahun yang lalu bahwa demografi merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup negara Yahudi seperti Iran nuklir, misalnya, karena dalam pandangannya, Palestina bisa menjadi mayoritas pada tahun 2040-2050.

Baca Juga: Kutuk Serangan Israel di Gaza, Arab Saudi Minta Dunia Internasional Bergerak Akhiri Eskalasi

Halaman:

Editor: Ahmad Murtadha

Sumber: Aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waduh! Rusia Terjerembap di Jurang Resesi

Kamis, 17 November 2022 | 10:22 WIB
X