Pertama Kali dalam Sejarah, Thailand Angkat Wanita Muslim sebagai Gubernur

- Jumat, 18 November 2022 | 11:07 WIB
Pateemoh Sadeeyamu, wanita muslim pertama di Thailand yang diangkat sebagai Gubernur. (Hajiumrahnews.com)
Pateemoh Sadeeyamu, wanita muslim pertama di Thailand yang diangkat sebagai Gubernur. (Hajiumrahnews.com)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Nama Pateemoh Sadeeyamu telah menghebohkan kebijakan politik Thailand, setelah resmi menjadi wanita muslim pertama yang diangkat sebagai Gubernur.

Pateemoh akan memimpin Provinsi Pattani Selatan, yang secara demografi memang dihuni oleh mayoritas masyarakat muslim.

Kebijakan pemerintah Thailand mengangkat Pateemoh menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan dianggap sebagai bukti peningkatan partisipan wanita muslim dalam perpolitikan Thailand. Walaupun tantangannya pun tidak mudah.

"Ini adalah perkembangan yang sangat besar. Menjadi seorang Muslim dan seorang wanita memiliki banyak tantangan dalam politik Thailand,” kata Wakil Dekan Akademik, Penelitian dan Luar Negeri Universitas Prince of Songkla Pattani, Yasmin Sattar seperti dilansir dari aa.com.tr, Jumat (18/11/2022).

Pateemoh sendiri memiliki sepak terjang yang mumpuni. Ia sudah malang melintang selama 29 tahun dalam kepemerintahan Thailand, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, bertugas di Provinsi Selatan Ranong, Yala, dan Pattani.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Kantor Administrasi Pusat dari Pusat Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan sebelum diangkat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Phatthalung dan kemudian Narathiwat darimana dia dipilih untuk mengepalai provinsi Pattani.

Pengangkatan gubernur muslim wanita ini juga menjadi sebab meningkatnya kepercayaan publik terhadap Thailand. Bahkan dalam kacamata beberapa pakar, pengangkatan Pateemoh menjadi langkah positif dalam menghentikan konflik dan mewujudkan perdamaian antara pemerintah Thailand dan kelompok pemberontak di wilayah selatan.

"Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak kepercayaan pada negara Thailand, yang sangat penting untuk mengakhiri konflik," lanjut Sattar.

Sebelumnya, Thailand diguncang konflik di beberapa wilayah. Dari 77 provinsi, empat provinsi selatan Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkla telah mengalami konflik selama beberapa dekade dengan Front Revolusioner Nasional sebagai kelompok pemberontak utama.

Halaman:

Editor: Ammar Faizal Haidar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X