Dikecam Turki, Pemerintah Swedia Sebut Pembakaran Al-Qur'an Bentuk Kebebasan Berekspresi

- Senin, 23 Januari 2023 | 15:20 WIB
Rasmus Paludan, politisi Swedia membakar kitab suci Alquran (Reuters)
Rasmus Paludan, politisi Swedia membakar kitab suci Alquran (Reuters)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Baru-baru ini aksi pembakaran Al-Qur'an terjadi di Swedia saat sejumlah masa melakukan demonstrasi anti-Turki di Kedutaan Besar Turki di Stockholm.

Pemerintah Swedia bahkan memberikan izin kepada pemimpin politidi sayap kanan garis keras Swedia, Rasmus Paludan untuk membakar Al-Qur'an. Swedia menyebut bahwa hal itu sebagai bentuk Kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Hal itu sontak mendapatkan kecaman dari pemerintah Turki. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu menilai tindakan tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai kebebasan berpendapat namun bentuk rasisme dan kejahatan kebencian.

“Izin tersebut diberikan kepada orang ini (Paludan). Tidak ada yang bisa menyebutnya (pembakaran Al-Qur’an) sebagai kebebasan berekspresi dan berpendapat,” kata Mevlüt Çavuşoğlu dilansir dari Anadolu pada Senin (23/1/2023).

Mevlüt Çavuşoğlu menjelaskan, pemerintah Swedia tidak mengizinkan para demonstran membakar kitab suci lain. Namun, saat pembakaran Al-Qur’an, mereka menganggap hal tersebut sebagai kebebasan berekspresi.

“Mereka tidak diizinkan membakar buku lain, tapi ketika Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, dan bermusuhan dengan Islam, mereka segera menyebutnya kebebasan berekspresi dan berpendapat,” ujar Mevlüt Çavuşoğlu.

Kemenlu Turki menyebut sikap pemerintah Swedia tidak bisa diterima. Penghinaan terhadap nilai-nilai sakral tidak dapat dibela dengan dasar hak-hak demokrasi.

Menurutnya, tindakan Swedia ini akan memancing amarah dari seluruh dunia karena memprovokasi dengan tindakan rasis itu. Ia berharap pihak berwenang Swedia mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus tersebut.

“Karena hal tersebut dapat menimbulkan kemarahan di seluruh dunia dengan cara yang sama. Kemarahan itu akan menjadi tindakan yang keji, rasis, dan penuh kebencian,” ujar Mevlüt Çavuşoğlu.

Kementerian Luar Negeri Turki juga telah memanggil Duta Besar Swedia untuk Ankara, Staffan Herrstrom, untuk menyampaikan kecaman terhadap tindakan provokatif tersebut yang dinilai sebagai kejahatan kebencian.

Halaman:

Editor: Nenden Pupu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X