Kemenag Minta Guru Lakukan Pendampingan pada Siswa agar Tidak Andalkan Mesin Pencari saat Belajar Agama

- Jumat, 17 Maret 2023 | 08:45 WIB
Direktur PAI, H. Amrullah (tengah) di dampingi Kasubdit PAI SMA/SMK/SMALB, Kabid PAI Jawa Timur dan PTP serta Pranata Humas pada PAI SMA
Direktur PAI, H. Amrullah (tengah) di dampingi Kasubdit PAI SMA/SMK/SMALB, Kabid PAI Jawa Timur dan PTP serta Pranata Humas pada PAI SMA

HAJIUMRAHNEWS.COM -Para guru Pendidikan Agama Islam )PAI) didorong untuk melakukan penguatan SDM dan kapasitas diri.

Hal tersebut diperlukan karena guru PAI tidak bisa digantikan oleh mesin maupun kemajuan teknologi.

Para guru harus terus meningkatkan kapasitas dirinya agar dapat mengikuti perkembangan zaman.

Dengan begitu, para guru juga dapat mendampingi belajar Siswa dengan lebih baik.

Baca Juga: Komisi Warisan Arab Saudi Temukan Koin Kuno Era Bani Umayyah di Situs Arkeologi Halit Riyadh

Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag Amrullah, dalam Orientasi para guru PAI Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang digelar di Malang Jawa Timur.

"Jangan biarkan Siswa mencari informasi terkait agama, hanya berdasarkan googling tanpa ada pendampingan oleh guru,” tandas Amrullah.

Giat ini diikuti para guru PAI SMA/SMK dari 12 Provinsi, yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Orientasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru PAI.

Mereka mendapat sejumlah materi, antara lain tentang pemanfaatan Google Workspace for Edu.

“Agar bisa menunjang efektifitas pembelajaran PAI SMA dan SMK,” ujarnya.

Para guru juga mendapat materi Praktik Penyusunan Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAI, serta pelatihan menginsersi muatan Moderasi Beragama pada Kurikulum Merdeka tersebut.

Kepala Sub Direktorat PAI pada SMA/SMK dan SMALB Adib Abdushomad menerangkan bahwa saat ini untuk mencari sumber ilmu pengetahuan memang semakin mudah dan gampang. Namun, guru harus tetap menjadi rujukan utama Siswa.

“Orientasi ini salah satunya bertujuan agar para guru tetap update atas informasi dan perkembangan abad 21 ini,” ujar Adib.

Selama orientasi, para guru juga mendapat materi cara mengintegrasikan Berpikir Kritis (Critical Thinking) dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, alias Higher Order Thinking atau HOT dari Dosen Flinder University Australia.

“Mereka kita wajibkan juga melakukan tindak lanjut atas hasil atau output dari kegiatan orientasi pengembangan pembelajaran PAI abad 21 ini,” pungkasnya.

***

Editor: Ahmad Murtadha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X