• Kamis, 29 September 2022

BOS Pesantren Tahap II Segera Cair, Kemenag: Kita Sedang Validasi Data Santri

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:26 WIB
Santri Pondok Pesantren Al-Mizan, Banten. (Instagram Pesantren Al-Mizan)
Santri Pondok Pesantren Al-Mizan, Banten. (Instagram Pesantren Al-Mizan)

HAJIUMRAHNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah melakukan validasai data santri penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren tahun 2022 tahap II.

Validasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan proses pencairan dan BOS Pesantren.

Pencairan tahap kedua ini diupayakan tidak lama setelah dimulainya tahun pelajaran baru bagi santri Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur mengatakan, pesantren, sebagai lembaga yang melaksanakan pendidikan, mendapatkan dana BOS secara rutin dari pemerintah.

Pemberian dana BOS didasarkan pada data yang terhimpun di Direktorat PD Pontren, khususnya yang tersimpan dalam sistem EMIS (Education Management Information System). 

Menurut Waryono, data per 3 Agustus 2022, EMIS mencatat ada 55.365 santri PKPPS (Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah), 8.470 santri SPM (Satuan Pendidikan Muadalah), dan 7.423 santri PDF (Pendidikan Diniyah Formal).

Data ini yang menjadi basis untuk melakukan proses verifikasi dan validasi, baik oleh operator data di pesantren-pesantren sebagai satuan pendidikan maupun operator di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan Kanwil. 

“Sinkronisasi data perlu dilakukan secara berkala, setidaknya empat kali dalam setahun. Kapasitas operator, baik di lembaga maupun yang ditugaskan di kantor, juga perlu ditingkatkan dan mengutamakan pentingnya bekerja sama dan berkoordinasi untuk menjaga kualitas data,” terang Waryono, Selasa (9/8/2022).

“Selain mengawal validitas data santri, tentu validitas pondok pesantrennya juga perlu dimonitor. Hal ini untuk menghindari adanya data-data palsu dari lembaga yang sudah tidak aktif menyelenggarakan pendidikan kepesantrenan, tetapi masih terbaca dalam data EMIS,” sambungnya. 

Halaman:

Editor: Ahmad Murtadha

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masyarakat Indonesia Harus Berterimakasih pada Pasentren

Senin, 19 September 2022 | 12:38 WIB
X