Dua Nama Lain Bulan Rajab dan Delapan Peristiwa Penting yang Tercatat di Dalamnya

Hajiumrahnews.com — Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Selain dikenal dengan sebutan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah ini juga memiliki dua nama lain, yakni bulan Fardu dan bulan Asham.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id Ruslan dalam karyanya as-Syahru Rajab. Penamaan ini menunjukkan keistimewaan Rajab dibanding bulan-bulan lainnya dalam kalender Qamariyah.

Makna Penamaan Bulan Fardu dan Asham

Dalam artikel Alasan di Balik Penamaan Bulan Rajab, Ustadz Sunnatullah menjelaskan bahwa Rajab disebut sebagai bulan Fardu karena posisinya terpisah dari tiga bulan haram lain yang berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Sementara itu, Rajab juga disebut sebagai bulan Asham yang berarti “tuli”. Penamaan ini menggambarkan situasi gencatan senjata pada masa Arab Jahiliah, ketika suara peperangan seolah tidak terdengar.

“Semua orang Arab pada masa itu menyimpan peralatan perang dan kembali berdamai dengan musuh-musuh mereka. Bahkan, mereka berkunjung ke rumah orang-orang yang membunuh ayahnya di medan perang untuk menghormati bulan mulia ini,” ujar Pengajar Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Durjan, Bangkalan.

Adapun kata Rajab sendiri bermakna mengagungkan atau memuliakan. Makna ini bersumber dari hadis riwayat Anas bin Malik yang mengisahkan dialog para sahabat dengan Rasulullah ﷺ.

“Dikatakan kepada Rasulullah, ‘Mengapa dinamakan Rajab?’ Rasulullah menjawab, ‘Karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan untuk bulan Sya’ban dan Ramadhan,’” tulis Imam Abu Muhammad al-Khalal dalam Fadhailu Syahri Rajab.

Delapan Peristiwa Penting dalam Bulan Rajab

Bagi umat Islam, bulan Rajab juga mencatat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah. Sebagaimana dirangkum Nur Rokhmad dalam Keutamaan Bulan Rajab dan Peristiwa-Peristiwa Penting di Dalamnya, setidaknya terdapat delapan peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan ini.

Pertama, Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung Nabi Muhammad ﷺ pada bulan Rajab. Kedua, peristiwa agung Isra’ dan Mi’raj terjadi pada 27 Rajab sebagai salah satu mukjizat terbesar Rasulullah ﷺ.

Ketiga, Perang Tabuk berlangsung pada tanggal 10 Rajab tahun 9 Hijriah. Keempat, wafatnya Raja Najasyi dari Habasyah pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah dalam keadaan memeluk Islam.

Kelima, Imam Syafi’i wafat pada bulan Rajab tahun 204 Hijriah dalam usia 54 tahun dan dimakamkan di Mesir. Keenam, Khalifah Umar bin Abdul Aziz meninggal dunia pada bulan Rajab tahun 101 Hijriah dalam usia 39 tahun.

Ketujuh, pada 27 Rajab 583 Hijriah, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari kekuasaan Tentara Salib. Pembebasan ini diawali dengan upaya mempersatukan umat Islam dalam aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kedelapan, pada 16 Rajab 1344 Hijriah bertepatan dengan 31 Januari 1926, para ulama di Surabaya menyepakati berdirinya jam’iyah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang berlandaskan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan sistem bermazhab.

Awal Rajab dan Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H

Sebagai informasi, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah menetapkan bahwa awal bulan Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.

Dengan demikian, peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ pada tahun ini akan berlangsung pada 17 Januari 2026.