FHI 2026 Jadi Momentum Perkuat Perdagangan Indonesia–Tunisia
Hajiumrahnews.com — Upaya memperkuat hubungan dagang Indonesia dan Tunisia kembali mengemuka melalui ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 21–24 Juli 2026. Pameran internasional tersebut dimanfaatkan sebagai ruang memperluas kemitraan bisnis, khususnya di sektor produk halal, pangan, dan agribisnis.
Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Mohammed Trabelsi, bersama Ketua Kadin Bilateral Indonesia–Tunisia, M. Hasan Gaido, mengunjungi Paviliun Tunisia yang menghadirkan 13 perusahaan asal Tunisia. Delegasi tersebut mempromosikan berbagai produk unggulan, terutama kurma dan minyak zaitun yang telah dikenal memiliki kualitas tinggi di pasar internasional.
Mohammed Trabelsi berharap keikutsertaan pelaku usaha Tunisia dalam FHI dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan mitra bisnis Indonesia. Menurutnya, permintaan pasar Indonesia terhadap produk pangan halal terus meningkat sehingga menjadi peluang strategis bagi kedua negara.
"Kurma dan minyak zaitun Tunisia memiliki kualitas yang sangat baik serta berpotensi memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang terus berkembang," ujarnya.
M. Hasan Gaido menilai kehadiran delegasi Tunisia menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan perdagangan Indonesia dan Tunisia. Sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dinilai memiliki potensi besar bagi ekspansi produk-produk unggulan Tunisia.
"Kehadiran 13 delegasi pengusaha Tunisia dalam FHI menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan perdagangan kedua negara," kata Hasan Gaido.
Hasan Gaido mengungkapkan Indonesia dan Tunisia saat ini juga tengah mengupayakan penyelesaian Free Trade Agreement (FTA) yang mencakup pengaturan perdagangan produk halal. Kesepakatan tersebut diyakini akan membuka peluang lebih besar bagi peningkatan ekspor dan impor, khususnya di sektor pangan, agribisnis, dan industri halal.
Sebagai tindak lanjut, Hasan Gaido mengusulkan pembentukan Jembatan Ekonomi Bisnis Indonesia–Tunisia sebagai wadah kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha kedua negara. Gagasan tersebut diharapkan mampu memperkuat akses pasar sekaligus memanfaatkan platform digital Gaidoo.id sebagai sarana promosi dan perdagangan.
"Melalui Jembatan Ekonomi Bisnis Indonesia–Tunisia, kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan sehingga produk-produk Tunisia semakin kompetitif di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia memasuki pasar Tunisia," ujarnya.
Hasan Gaido juga mengajak para pelaku usaha kedua negara meneladani pemikiran ulama besar asal Tunisia, Ibnu Khaldun, yang menekankan pentingnya produktivitas, kolaborasi, dan tata kelola yang baik sebagai fondasi kemajuan ekonomi. Menurutnya, semangat tersebut relevan dalam memperkuat kemitraan bisnis Indonesia dan Tunisia di tengah perkembangan industri halal global.