Indonesia dan Thailand Sepakat Perkuat Ekosistem Industri Halal
Hajiumrahnews.com — Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama industri halal sebagai salah satu sektor strategis dalam kemitraan ekonomi kedua negara. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok halal yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu menjangkau pasar global.
Kesepakatan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam Joint Press Statement setelah pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Thailand memiliki keunggulan masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan industri halal.
"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai industri halal regional dan global," ujar Prabowo.
Fokus pada Standar dan Rantai Pasok Halal
Penguatan kerja sama tidak hanya diarahkan pada perdagangan produk halal. Kedua negara juga melihat pentingnya membangun ekosistem industri yang didukung standar dan rantai pasok yang saling terhubung.
PM Thailand Anutin Charnvirakul mengusulkan sejumlah langkah konkret untuk memperdalam kemitraan tersebut.
"Kami mengusulkan agar Indonesia dan Thailand memperkuat kerja sama dalam pengembangan standar halal dan rantai pasok halal regional, menyelesaikan rancangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang industri halal, serta memperbarui Mutual Recognition Agreement mengenai pengakuan simbol sertifikasi halal yang akan berakhir pada November tahun depan," ujar Anutin.
Pengembangan standar halal menjadi salah satu aspek penting karena perbedaan sistem sertifikasi dapat menjadi tantangan dalam perdagangan lintas negara.
Pembaruan Mutual Recognition Agreement atau kesepakatan saling pengakuan sertifikasi halal diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan produk halal antara Indonesia dan Thailand.
Perkuat Posisi Asia Tenggara di Pasar Halal Global
Kerja sama Indonesia dan Thailand memiliki peluang lebih luas karena industri halal tidak terbatas pada produk makanan dan minuman. Ekosistem tersebut juga mencakup berbagai sektor yang memiliki potensi perdagangan dan investasi lintas negara.
Kolaborasi dalam standar, sertifikasi, produksi, dan distribusi dapat membentuk rantai pasok halal regional yang lebih efisien.
Indonesia memiliki basis pasar Muslim yang besar serta ekosistem industri halal yang terus berkembang. Thailand juga memiliki kapasitas produksi dan pengalaman dalam mengembangkan produk halal untuk pasar internasional.
Kombinasi kekuatan kedua negara dapat menjadi modal untuk memperkuat posisi Asia Tenggara dalam industri halal dunia.
Kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang peningkatan perdagangan dan investasi, terutama ketika produk halal dari kawasan Asia Tenggara semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Penyelesaian MoU industri halal serta pembaruan pengakuan sertifikasi menjadi langkah lanjutan yang akan menentukan efektivitas kemitraan tersebut.
Indonesia dan Thailand pada akhirnya tidak hanya ingin memperbesar perdagangan produk halal di antara kedua negara, tetapi juga membangun fondasi industri halal regional yang mampu terhubung dengan pasar global.