Senin, 08 Juni 2026 22 Dzulhijjah 1447 H 00.48 WIB Makkah 34°C
Pesantren

Bantuan Dana Riset untuk Ma’had Aly dari Kemenag, Pendaftaran hingga 24 Juni 2026

NJ Oleh Neo Jurnalis 7 Juni 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Kementerian Agama menyiapkan Program Bantuan Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 bagi Ma’had Aly. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset pesantren dan meningkatkan kontribusi keilmuan Ma’had Aly bagi masyarakat.

Direktorat Pesantren bersama Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) telah menyosialisasikan bantuan tersebut kepada para mudir, naib mudir, serta pengelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari berbagai Ma’had Aly di Indonesia.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menegaskan bahwa Ma’had Aly memiliki kedudukan setara dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.

“Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Karena itu, penguatan penelitian perlu dilakukan melalui penyusunan pedoman, penguatan metode penulisan riset, serta dukungan bantuan penelitian. Penelitian yang dilakukan harus mampu menjawab tantangan dan dinamika sosial masyarakat pada skala nasional,” ujar Basnang di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dorong Tradisi Riset Pesantren

Basnang berharap Ma’had Aly dapat mengoptimalkan peluang bantuan riset tersebut. Hasil penelitian Ma’had Aly diharapkan mampu memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan keilmuan pesantren.

“Dengan berkembangnya tradisi penelitian di Ma’had Aly, diharapkan lahir berbagai karya ilmiah yang dapat menjadi salah satu pijakan munculnya Guru Besar yang berasal dari lingkungan Ma’had Aly,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penguatan ekosistem akademik Ma’had Aly, terutama dalam menghasilkan riset yang relevan, bermutu, dan berakar pada tradisi keilmuan pesantren.

Riset Harus Berdampak

Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa riset yang didanai melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit harus memiliki nilai strategis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Prinsip penelitian yang dilakukan Ma’had Aly adalah penelitian yang strategis, berdampak bagi masyarakat, mendukung program prioritas nasional, berkolaborasi dengan lembaga lain dalam penguatan infrastruktur riset, menghasilkan luaran yang jelas, serta memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya,” jelas Ruchman.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan dokumen akademik, tetapi juga mendorong penelitian yang mampu menjawab persoalan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Kolaborasi Nasional dan Internasional

Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly, Mahrus, menekankan pentingnya membangun jejaring kerja sama yang lebih luas untuk memperkuat ekosistem penelitian.

“Ma’had Aly harus berkolaborasi dengan lembaga atau perguruan tinggi skala nasional maupun internasional untuk pengembangan infrastruktur penelitian dan riset di Ma’had Aly. Namun demikian, pengembangan tersebut harus tetap berbasis turats sebagai pembeda dan kekhasan Ma’had Aly,” ujarnya.

Basis turats dinilai menjadi identitas penting Ma’had Aly. Tradisi kajian kitab kuning dan khazanah keilmuan Islam klasik diharapkan tetap menjadi fondasi dalam pengembangan riset modern di lingkungan pesantren.

Pendaftaran hingga 24 Juni 2026

Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset Puspenma, Hendro Dwi Antoro, menyampaikan informasi teknis mengenai pelaksanaan program.

“Pengajuan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026 dibuka mulai 20 Mei hingga 24 Juni 2026 dengan mengacu pada Pedoman Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Nomor 201 Tahun 2026. Penelitian yang diajukan harus memperhatikan tema-tema yang telah ditetapkan dalam pedoman tersebut,” papar Hendro.

Kementerian Agama berharap semakin banyak sivitas akademika Ma’had Aly berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan budaya riset pesantren sekaligus memperluas kontribusi Ma’had Aly dalam menjawab berbagai persoalan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Tag Pesantren
Join WA Channel