
Hajiumrahnews.com — Indonesia resmi mengantongi lahan strategis di Kota Mekkah, Arab Saudi, yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan Kampung Haji. Menyusul keberhasilan memenangkan lelang lahan tersebut, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan kesiapan untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan hingga pengelolaan kawasan.
Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menyampaikan bahwa keterlibatan lembaganya merupakan bagian dari kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang telah diamanatkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.
Fadlul menjelaskan, dalam Inpres tersebut Danantara ditetapkan sebagai pimpinan proyek atau leading sector pembangunan Kampung Haji. Adapun Kementerian Haji dan Umrah berperan sebagai pengguna utama fasilitas, sementara Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri menjalankan fungsi sesuai tugas pokok dan kewenangannya masing-masing.
“Seperti yang diketahui, sudah ada Inpres terkait Kampung Haji. Kolaborasi ini antara Danantara sebagai leading sector, kemudian Kementerian Haji sebagai user, serta Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri sesuai tupoksi,” ujar Fadlul, Rabu (7/1/2026).
Dalam skema tersebut, BPKH menempati posisi strategis sebagai pendamping sekaligus mitra pembiayaan proyek.
“Sementara BPKH sebagai badan pengelola keuangan haji menjadi pendamping dari Danantara dan berkontribusi menyelenggarakan atau membangun Kampung Haji,” sambungnya.
Fadlul menambahkan, pihaknya telah menjalin komunikasi formal dengan Danantara untuk membahas berbagai opsi kerja sama yang dapat dilakukan dalam pengelolaan Kampung Haji ke depan. Menurutnya, BPKH berkomitmen memastikan proyek tersebut berjalan sesuai arahan Presiden dan memberikan manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia.
“Kami justru menawarkan kontribusi apa yang bisa dilakukan supaya ini bisa sesuai dengan amanat presiden dan terlaksana dengan amat baik,” ucap Fadlul.
Sebagai bentuk konkret keterlibatan, BPKH membuka peluang pemanfaatan anak usahanya, BPKH Limited, dalam proyek Kampung Haji. Peran tersebut dapat berupa mitra pembiayaan, pengelola aset, maupun skema kerja sama lainnya yang relevan.
“Kalau memang BPKH Limited dapat digunakan sebagai underlying untuk kerja sama dengan Kementerian Haji atau membangun Kampung Haji dalam bentuk apa pun, pada prinsipnya kami sangat amat welcome,” pungkas Fadlul.
Pembangunan Kampung Haji di Mekkah diharapkan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas layanan jemaah haji Indonesia, khususnya dari sisi akomodasi, efisiensi biaya, dan keberlanjutan pengelolaan keuangan haji dalam jangka panjang.