
Hajiumrahnews.com — Jabal Ikmah, sebuah situs bersejarah yang terletak di kawasan AlUla, Arab Saudi, menjadi salah satu pusat peninggalan arkeologis terpenting di Jazirah Arab. Situs ini kerap dijuluki sebagai perpustakaan terbuka karena menyimpan ribuan prasasti kuno yang dipahat langsung pada dinding-dinding batu alam.
Jabal Ikmah berada di wilayah AlUla, sebuah kawasan yang sejak ribuan tahun lalu menjadi jalur strategis perdagangan dan peradaban. Prasasti-prasasti yang ditemukan di lokasi ini berasal dari berbagai periode, termasuk peninggalan peradaban Dadan dan Lihyan, yang berkembang jauh sebelum era Islam.
Para arkeolog mencatat bahwa ukiran batu di Jabal Ikmah memuat beragam informasi penting, mulai dari catatan keagamaan, hukum adat, nama tokoh masyarakat, hingga peristiwa sosial dan politik pada masanya. Tulisan-tulisan tersebut menggunakan berbagai aksara kuno, seperti Dadanitik, Lihyanitik, hingga bentuk awal aksara Arab.
“Jabal Ikmah memberikan gambaran langka tentang kehidupan sosial, kepercayaan, dan struktur masyarakat Arab kuno,” ungkap salah satu peneliti arkeologi yang terlibat dalam pengkajian situs AlUla.

Keunikan Jabal Ikmah terletak pada kondisi prasasti yang relatif terjaga dengan baik. Letaknya yang berada di celah-celah bebatuan alami membantu melindungi ukiran dari erosi ekstrem, sehingga teks-teks kuno tersebut masih dapat dibaca dan diteliti hingga kini.
Pemerintah Arab Saudi melalui Royal Commission for AlUla terus melakukan upaya konservasi dan penelitian lanjutan di kawasan ini. Jabal Ikmah juga dibuka sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi, sejalan dengan Visi Saudi 2030 yang menempatkan warisan sejarah sebagai bagian penting pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Dengan nilai sejarah dan ilmiah yang tinggi, Jabal Ikmah tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan peradaban Arab kuno, tetapi juga memperkuat posisi AlUla sebagai salah satu pusat warisan budaya dunia yang terus menarik perhatian peneliti dan wisatawan internasional.