Jumlah Petugas Haji dari TNI-Polri Naik Tajam, Kemenhaj Apresiasi Kinerja dan Disiplin

Hajiumrahnews.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meningkatkan secara signifikan jumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada musim haji 1447 H/2026 M. Penambahan ini didasari penilaian terhadap tingginya tingkat kedisiplinan, dedikasi, serta kualitas pelayanan personel TNI-Polri kepada jamaah haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan jumlah petugas PPIH dari unsur TNI-Polri pada 2026 mencapai 185 personel. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 80 personel.

“Tadi sudah disebutkan Pak Menteri, ada 185 personel TNI-Polri yang menjadi PPIH. Tahun lalu sekitar 80, tahun ini menjadi 185,” ujar Dahnil usai membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Alasan Penambahan Personel
Menurut Dahnil, pengalaman penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa personel TNI dan Polri memiliki keunggulan dalam hal kedisiplinan, loyalitas, serta komitmen pelayanan kepada jamaah.

“Tingkat kedisiplinannya, tingkat dedikasinya, dan tingkat pelayanan ke jamaah itu rata-rata tinggi. Itu yang menjadi alasan kami menambah jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri,” katanya.

Ia menegaskan, penambahan ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi prajurit TNI dan anggota Polri yang selama ini banyak membantu tugas-tugas perhajian di Tanah Suci.

Peran Diklat dan Adaptasi Pola Militer
Dahnil menjelaskan, Diklat PPIH 2026 akan melibatkan pelatih dari unsur TNI, Polri, serta Kementerian Pertahanan. Pola pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan disiplin, kekompakan tim, dan kejelasan komando di antara seluruh petugas haji.

“Kita ingin mengadaptasi kedisiplinan dan kekompakan tim. Di sana nanti itu kerja tim besar yang mengorkestrasi mobilisasi jamaah,” ujarnya.

Menurut Dahnil, penyelenggaraan haji membutuhkan sistem komando yang jelas karena melibatkan pergerakan ratusan ribu jamaah di berbagai titik layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pelayanan di Masyair.

“Oleh sebab itu kita butuh command center yang jelas, kedisiplinan yang jelas, dan komando yang tegas. Itu yang secara alamiah dimiliki oleh TNI dan Polri,” katanya.

Penguatan Layanan Jamaah
Kemenhaj berharap peningkatan jumlah petugas dari unsur TNI-Polri dapat memperkuat kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia, terutama dalam situasi padat dan menuntut respons cepat di lapangan.

Dahnil menegaskan bahwa kehadiran TNI-Polri bukan untuk menggantikan peran petugas lain, melainkan untuk memperkuat kerja tim PPIH secara keseluruhan agar pelayanan haji berjalan lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jamaah.