Haji 2026, Kemenhaj Ekspor 400 Ton Bumbu Nusantara ke Arab Saudi

Hajiumrahnews.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan telah mengirimkan ratusan ton bumbu khas Nusantara serta jutaan paket makanan siap santap (ready to eat/RTE) ke Arab Saudi sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 1447 H/2026 M. Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan cita rasa Indonesia dan mendukung perekonomian UMKM dalam negeri.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menyatakan bahwa total bumbu Indonesia yang dikirim mencapai sekitar 400 ton lebih, mencakup sekitar 22 jenis bumbu Nusantara yang telah lolos uji rasa dan sertifikasi ketat. Selain itu, sekitar 3,9 juta paket makanan siap santap juga disiapkan untuk kebutuhan konsumsi jamaah saat berada di Arab Saudi.

Maksimalkan Perputaran Ekonomi UMKM

Jaenal menjelaskan pengiriman bumbu dan RTE tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memaksimalkan perputaran ekonomi di dalam negeri melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bumbu dan makanan yang dipilih merupakan produk dari sejumlah perusahaan yang telah memenuhi kualifikasi ekspor, termasuk izin dari otoritas pengawas makanan Arab Saudi (SFDA).

“Harapannya pengiriman ini bisa menjadi kesempatan yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM di Indonesia,” ujar Jaenal di sela-sela kegiatan Diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menu Nusantara di Tanah Suci

Jenis bumbu yang dikirim meliputi ragam rempah dan bumbu khas Indonesia seperti rendang, gulai, balado, semur, nasi goreng, kemiri, dan lainnya. Bumbu-bumbu ini dipilih agar sajian makanan di Tanah Suci tetap akrab bagi lidah jamaah Indonesia, termasuk ketika berada di lokasi-lokasi seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), di mana penyajian makanan secara umum menghadapi tantangan logistik.

Langkah Awal Menuju Penguatan Ekonomi Haji

Pengiriman ratusan ton bumbu ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji, sekaligus membuka peluang ekspor berkelanjutan bagi produk pangan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Dalam diskusi yang sama, pihak Kemenhaj bahkan menyampaikan rencana untuk mengupayakan ekspor produk lain seperti beras nasional guna memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah di Arab Saudi.

Strategi semacam ini tidak hanya bertujuan memenuhi logistik ibadah haji, tetapi juga menggantikan pola pengadaan lama yang banyak mengandalkan produk impor, sehingga potensi keuntungan ekonomi kembali ke pelaku usaha dalam negeri.

Sebelumnya, Kemenhaj menargetkan 600 ton bumbu khas Indonesia untuk musim haji 2026 — meningkat dibanding realisasi 400 ton lebih dari musim haji sebelumnya, sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan konsumsi yang sesuai selera dan standar jamaah Indonesia.