Senin, 22 Juni 2026 7 Muharam 1448 H 01.05 WIB Makkah 35°C
INSPIRASI

Kisah Bani Sawijaya, 42 Orang Petani Dieng yang Berangkat Haji Bersama Tahun Ini

NJ Oleh Neo Jurnalis 21 Juni 2026 4 menit baca

Hajiumrahnews.com — Panggilan haji tahun 2026 membawa kebahagiaan besar bagi keluarga Bani Sawijaya di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sebanyak 42 orang dari satu garis keluarga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari pertanian kentang dan sayuran akhirnya menunaikan ibadah haji pada musim yang sama.

Keberangkatan mereka terasa istimewa karena tidak dirancang sejak awal sebagai perjalanan keluarga besar. Setiap orang mendaftar secara terpisah, lalu dipertemukan dalam jadwal keberangkatan yang sama melalui Kloter 71 Embarkasi Solo (SOC).

Salah satu jemaah, Subianto, mengaku tidak pernah membayangkan puluhan anggota keluarganya bisa berangkat haji pada tahun yang sama. Seluruh anggota keluarga mendaftar secara terpisah tanpa perencanaan khusus untuk berangkat bersama.

“Awalnya kami juga heran. Setelah ada pemanggilan dan manasik haji, ternyata banyak sekali keluarga yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini. Padahal waktu mendaftarnya tidak bersama-sama,” ujar Subianto di Madinah, Rabu (17/6/2026), dilansir dari Malang Posco Media.

Sebagian besar anggota keluarga besar Bani Sawijaya mendaftar haji pada rentang 2012 hingga 2013. Masa tunggu yang hampir sama membuat mereka akhirnya mendapat jadwal keberangkatan pada musim haji 2026.

Mayoritas Petani Kentang dan Sayuran

Keberangkatan keluarga besar Bani Sawijaya terasa istimewa karena seluruh anggota keluarga yang berangkat memiliki latar belakang profesi yang sama, yakni petani.

Mereka menggantungkan hidup dari sektor pertanian di kawasan Dieng yang dikenal sebagai sentra produksi kentang dan sayuran di Jawa Tengah.

“Semuanya petani. Tidak ada yang profesinya di luar pertanian. Mayoritas petani kentang dan sayuran,” kata Subianto.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa profesi petani juga mampu mengantarkan seseorang mewujudkan impian menunaikan rukun Islam kelima. Kerja keras, pengelolaan hasil usaha, dan kesabaran menunggu antrean haji menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menuju Tanah Suci.

Daftar Haji Diam-Diam karena Takut Riya

Anggota keluarga lainnya, Sueny, mengungkapkan keluarga besar mereka memiliki kebiasaan unik saat mendaftar haji.

Setiap anggota keluarga memilih merahasiakan proses pendaftaran dari kerabat lainnya. Sikap itu dilakukan untuk menghindari kesan pamer atau riya.

“Kami takut dikira sombong atau riya, jadi tidak ada yang tahu kalau daftar haji,” ujarnya.

Kebiasaan tersebut membuat keluarga besar Bani Sawijaya terkejut saat mengetahui puluhan anggota keluarga masuk dalam daftar keberangkatan haji tahun ini.

Keberangkatan dalam jumlah besar juga terasa di tingkat desa. Desa Karangtengah tercatat mengirimkan sekitar 53 jemaah haji pada musim haji 2026.

Sebanyak 42 orang di antaranya masih memiliki hubungan keluarga dalam satu bani, yakni keluarga besar Bani Sawijaya.

“Hampir setiap RT ada yang naik haji tahun ini; hanya satu RT yang tidak ada,” jelas Sueny.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Pada musim haji sebelumnya, hanya sekitar 10 anggota keluarga yang berangkat menunaikan ibadah haji.

Petani Dieng Hadapi Cuaca Ekstrem di Tanah Suci

Para jemaah asal Dieng juga menghadapi tantangan adaptasi cuaca yang cukup ekstrem selama berada di Tanah Suci.

Suhu di kawasan Dieng pada musim tertentu dapat mencapai minus 1 hingga minus 2 derajat Celsius. Suhu di Makkah selama musim haji 2026 berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius.

Perbedaan suhu yang sangat kontras menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan. Subianto mengatakan seluruh anggota keluarga mampu beradaptasi dengan baik.

“Alhamdulillah tidak ada jemaah kami yang mengalami gangguan berarti akibat cuaca. Kami menjaga kesehatan, menggunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan, dan memakai sunblock untuk melindungi diri dari panas,” tuturnya.

Tantangan terbesar dirasakan saat berjalan dari terminal menuju Masjidil Haram atau saat berada di area terbuka. Kondisi di hotel dan di dalam Masjidil Haram relatif nyaman karena fasilitas pendingin udara memadai.

Kesabaran Menanti Panggilan Allah

Keberangkatan 42 anggota keluarga besar Bani Sawijaya menjadi bukti bahwa kesabaran menunggu antrean haji selama lebih dari satu dekade akhirnya membuahkan hasil.

Hamparan kebun kentang dan sayuran khas Dieng menyimpan kisah perjuangan para petani yang mampu mewujudkan impian suci menuju Baitullah.

Kebersamaan mereka di Tanah Suci tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga. Kisah tersebut juga menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa kerja keras, kesabaran, dan niat tulus dapat mengantarkan seseorang meraih panggilan Allah SWT ke Tanah Suci.

Tag INSPIRASI
Join WA Channel