Pelunasan Haji 2026 Tembus 95 Persen, Kemenhaj Tegaskan Syarat Istithaah Jemaah

Hajiumrahnews.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat progres signifikan dalam proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga Kamis (8/1/2026), tingkat pelunasan jemaah haji, baik reguler maupun khusus, telah melampaui angka 95 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen dalam waktu dekat.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan, pelunasan jemaah haji reguler telah mencapai 95,72 persen, sementara jemaah haji khusus berada di angka 96,5 persen. Menurutnya, masih tersedia waktu dua hari bagi jemaah untuk menyelesaikan proses pelunasan.

“Pelunasan haji reguler dan khusus sampai penutupan sore tadi pelunasannya 95,72 persen untuk jemaah reguler dan untuk jemaah khusus 96,5 persen. Masih ada waktu dua hari untuk pelunasan dan insyaallah kita akan bisa mencapai 100 persen dua hari mendatang,” ujar Gus Irfan di Asrama Haji Jakarta.

Pemeriksaan Kesehatan Lebih Ketat

Dari aspek kesehatan, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah yang telah melunasi Bipih telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan atau istithaah. Tahun ini, pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan standar yang lebih ketat dibandingkan penyelenggaraan haji sebelumnya.

Gus Irfan menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dengan Kementerian Haji Arab Saudi yang menginginkan jemaah benar-benar siap secara fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Hari ini insyaallah semua yang melakukan pelunasan itu sudah melampaui pemeriksaan kesehatan. Tahun ini proses pemeriksaan kesehatan relatif lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kita mendapatkan permintaan dari Kementerian Haji Saudi,” katanya.

Ia menegaskan, kesiapan fisik jemaah menjadi syarat utama selain kesiapan mental.

“Mereka ingin bahwa jemaah haji kita benar-benar jemaah yang siap secara fisik, bukan cuma secara mental, fisik juga siap,” lanjutnya.

Meski pemeriksaan kesehatan diperketat sejak awal, pemerintah memastikan layanan kesehatan selama penyelenggaraan ibadah haji tetap menjadi prioritas utama.

“Terkait dengan kesehatan ini, layanan medis tetap tidak terlewatkan karena kesehatan para jemaah tetap menjadi fokus utama,” tegas Gus Irfan.

Pembekalan Petugas Haji

Selain kesiapan jemaah, Kemenhaj juga menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya petugas haji. Gus Irfan menyampaikan para petugas akan mendapatkan pembekalan intensif selama satu bulan penuh sebelum bertugas di Arab Saudi.

“Selama satu bulan ini, tentu banyak hal yang akan saya sampaikan. Pertama itu persiapan fisik, kedua pemahaman tentang tugas yang akan mereka lakukan di Saudi,” ujarnya.

Pembekalan tersebut meliputi pemahaman teknis pelayanan, fikih haji, hingga dasar-dasar bahasa Arab guna mendukung kelancaran komunikasi dengan jemaah.

Ia menegaskan, petugas haji merupakan representasi kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

“Terkait petugas haji tadi, ditekankan bahwa petugas haji adalah perwakilan dari layanan negara kepada jemaah haji dan itu kita siapkan selama satu bulan,” pungkas Gus Irfan.