
Hajiumrahnews.com — Penerbangan Umrah menuju Jeddah dibatalkan menyusul eskalasi serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang memicu penutupan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah dan berdampak pada rute internasional, termasuk perjalanan jamaah asal Indonesia.
Salah satu jamaah Umrah Warga Negara Indonesia (WNI) mengaku tertahan di Bandara Singapura setelah penerbangan lanjutan menuju Jeddah dibatalkan. Ia telah melakukan transit ketika pengumuman pembatalan disampaikan pihak maskapai.
“Mohon doanya setengah jam yang lalu Israel menyerang Iran, ini aku masih di Bandara Singapura keberangkatan di-cancel,” ujar jamaah tersebut dalam rekaman video yang dibagikannya, Sabtu (28/2/2026).
Dalam video tersebut terlihat sejumlah calon penumpang duduk di lantai bandara sambil menunggu kepastian jadwal terbaru. Layar informasi penerbangan menunjukkan status penerbangan menuju Jeddah dibatalkan.
“Semuanya pada nunggu di sini,” katanya lagi, menggambarkan situasi di ruang tunggu keberangkatan.
Pembatalan penerbangan terjadi setelah beberapa negara di kawasan konflik menutup wilayah udara mereka. Data peta penerbangan yang dikutip dari Reuters menunjukkan ruang udara Iran hampir kosong pascaserangan. Negara-negara seperti Iran, Irak, Yordania, dan Israel dilaporkan segera menutup atau membatasi akses wilayah udara sebagai langkah pengamanan.
Data dari Flightradar24 juga memperlihatkan pesawat-pesawat komersial menghindari jalur konflik. Sejumlah penerbangan internasional melakukan pengalihan rute atau kembali ke bandara asal demi keselamatan operasional.
Beberapa penerbangan maskapai Qatar Airways yang berangkat Sabtu pagi dilaporkan sempat berputar di atas wilayah Kuwait atau Arab Saudi sebelum akhirnya kembali ke wilayah udara Qatar dan berputar di lepas pantai Doha.
Eskalasi konflik bermula dari serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan operasi tersebut bertujuan menargetkan fasilitas militer strategis Iran.
“Israel dan Amerika Serikat meluncurkan kampanye bersama, Operasi Auman Singa (Operation Lion’s Roar). Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengakhiri ancaman dari rezim Ayatollah di Iran,” ujar Netanyahu seperti dikutip Al Jazeera.
Menurut pernyataan tersebut, target serangan meliputi fasilitas Garda Revolusi serta situs rudal balistik. Iran kemudian melancarkan respons militer, termasuk serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain.
Situasi ini berdampak langsung terhadap mobilitas penerbangan global, terutama rute yang melintasi wilayah udara Teluk dan Iran. Bagi jamaah Umrah dan calon jamaah Haji, kondisi ini menambah risiko operasional berupa penundaan, pembatalan, maupun perubahan rute perjalanan.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman pembatalan massal perjalanan Umrah oleh otoritas Arab Saudi. Namun jamaah diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai serta penyelenggara perjalanan.
Perkembangan situasi keamanan kawasan masih dinamis dan terus dipantau otoritas penerbangan sipil internasional. Hajiumrahnews.com akan menyampaikan pembaruan informasi terkait dampaknya terhadap perjalanan ibadah jamaah Indonesia.