Sri Mulyani Masuk Dewan Pembina Gates Foundation

Hajiumrahnews.com — Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi bergabung sebagai anggota Dewan Pembina (Board of Trustees) Bill & Melinda Gates Foundation. Penunjukan yang diumumkan pada 12 Januari 2026 itu langsung menyedot perhatian media internasional dan menandai babak baru kiprah global Sri Mulyani di bidang filantropi kemanusiaan.

Bergabungnya Sri Mulyani ke jajaran pimpinan yayasan filantropi terbesar di dunia tersebut memperkuat pengakuan internasional atas rekam jejaknya sebagai ekonom dan teknokrat berpengaruh. Setelah purnatugas dari kabinet Indonesia pada September 2025, penunjukan ini menempatkan Sri Mulyani kembali dalam pusaran pengambilan keputusan global.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyebut pengalaman Sri Mulyani dalam merancang kebijakan fiskal dan pembangunan ekonomi sebagai nilai tambah strategis bagi yayasan. “Pengalaman beliau dalam membentuk hasil ekonomi yang lebih adil sangat relevan dengan misi jangka panjang Gates Foundation,” ujar Suzman dalam pernyataan resminya.

Gates Foundation dikenal sebagai lembaga filantropi yang mengelola dana miliaran dolar dengan pendekatan berbasis data dan tata kelola ketat. Dewan Pembina memiliki peran penting dalam mengarahkan strategi, mengawasi penggunaan dana abadi, serta memastikan program yayasan berjalan efektif dan akuntabel.

Sri Mulyani dipercaya duduk sejajar dengan tokoh-tokoh global, termasuk Bill Gates, Strive Masiyiwa, Nemat Shafik, dan Mark Suzman. Dalam struktur ini, ia tidak terlibat dalam operasional harian, tetapi berperan pada pengambilan keputusan strategis dan fungsi pengawasan.

Rekam Jejak Internasional

Kepercayaan Gates Foundation terhadap Sri Mulyani tidak terlepas dari pengalamannya di level global. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, posisi strategis yang membawahi operasional lembaga tersebut di berbagai kawasan. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam menangani isu pembangunan, utang negara, dan kebijakan ekonomi lintas negara.

Selama menjabat Menteri Keuangan RI hampir 14 tahun di tiga era pemerintahan, Sri Mulyani juga dikenal sebagai figur kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk saat menghadapi krisis global dan pandemi. Reputasi inilah yang membuat namanya tetap diperhitungkan di tingkat internasional.

Peran Strategis di Gates Foundation
Sebagai anggota Dewan Pembina, Sri Mulyani akan terlibat dalam pengawasan strategi besar yayasan, termasuk target ambisius Gates Foundation untuk mengoptimalkan penggunaan seluruh dana abadi dalam 20 tahun ke depan. Fokus utama yayasan meliputi pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kesehatan global, serta pemberdayaan pendidikan.

“Dewan Pembina berperan memastikan visi kemanusiaan yayasan diterjemahkan ke dalam kebijakan dan alokasi anggaran yang tepat,” ujar seorang pejabat yayasan dalam keterangan terpisah.

Pengalaman Sri Mulyani dalam merancang anggaran pro-rakyat dinilai relevan untuk memastikan program filantropi tidak sekadar bersifat karitatif, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak struktural bagi negara berkembang.

Makna bagi Indonesia
Penunjukan Sri Mulyani dinilai bukan hanya pencapaian personal, tetapi juga simbol penguatan posisi Indonesia dalam percaturan global. Kehadirannya di Gates Foundation mencerminkan pengakuan dunia terhadap kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang kebijakan publik dan tata kelola.

Pengamat hubungan internasional menilai langkah ini sebagai bentuk soft power Indonesia. Tanpa jabatan politik formal, Sri Mulyani tetap membawa perspektif negara berkembang ke forum global yang berpengaruh dalam menentukan arah pembangunan dunia.

Dengan mandat barunya, Sri Mulyani diharapkan dapat berkontribusi dalam menjembatani kepentingan kemanusiaan global dengan realitas sosial-ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Asia Tenggara. Penunjukan ini sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang memiliki figur berintegritas dan berpengaruh di tingkat dunia.