
Hajiumrahnews.com — Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo, mengimbau calon jemaah haji (calhaj) yang telah melunasi biaya dan dinyatakan istitaah kesehatan agar mulai disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Imbauan tersebut disampaikan Liliek pada Kamis (15/1/2026), seiring masuknya masa persiapan sekitar tiga bulan sebelum jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia yang direncanakan mulai April 2026.
“Dalam tiga bulan menjelang keberangkatan, kondisi fisik dan kesehatan jemaah harus dipersiapkan dengan baik agar tetap bugar dan fit saat menjalankan rangkaian ibadah,” ujar Liliek.
Liliek menjelaskan, calon jemaah haji perlu membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Beberapa kebiasaan sederhana yang dianjurkan antara lain mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan yang bersih, bergizi, dan seimbang, serta menjaga asupan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh.
Selain itu, aktivitas fisik ringan secara rutin juga sangat dianjurkan untuk menjaga kebugaran.
“Lakukan olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari. Bisa dengan berjalan kaki ke masjid untuk salat berjamaah, menyapu halaman, atau aktivitas fisik sederhana lainnya,” kata Liliek.
Menurut Liliek, istirahat yang cukup juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Calon jemaah disarankan tidur minimal enam jam per hari dan membiasakan diri tidur lebih awal, tidak lewat dari pukul 22.00 WIB.
Kebiasaan hidup sehat tersebut, lanjut Liliek, harus terus dipertahankan hingga berada di Tanah Suci agar tubuh tetap prima selama menjalani ibadah haji yang menuntut stamina tinggi.
Liliek mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Arab Saudi berpotensi sangat panas saat puncak ibadah haji. Karena itu, jemaah diminta membatasi aktivitas fisik di luar ibadah utama dan menghindari keluar pondokan pada siang hari jika tidak mendesak.
Apabila harus beraktivitas di luar pada siang hari, jemaah diminta menggunakan alat pelindung diri.
“Gunakan masker, kacamata hitam, alas kaki yang nyaman, pelindung kepala, serta membawa semprotan air dan air minum,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh. Jemaah disarankan minum air mineral sedikit demi sedikit secara rutin, meski tidak merasa haus.
“Minimal 200 mililiter setiap jam atau sekitar dua liter per hari. Minum setiap 10–15 menit untuk mencegah dehidrasi,” jelas Liliek.
Selama pelaksanaan ibadah haji, petugas kesehatan akan menyediakan cairan tambahan seperti oralit jika diperlukan. Jemaah juga diperbolehkan mengonsumsi suplemen atau madu untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Bagi calon jemaah yang memiliki penyakit penyerta dan rutin mengonsumsi obat, Liliek mengingatkan agar obat-obatan tersebut dibawa dan tetap diminum sesuai anjuran dokter selama berada di Tanah Suci.
“Obat jangan sampai terlewat, kapan pun dan di mana pun jemaah berada,” pungkasnya.