Visa Grup Korea Selatan Gratis hingga Juni 2026, Indonesia Masuk Daftar

Hajiumrahnews.com — Pemerintah Korea Selatan resmi memperpanjang kebijakan pembebasan biaya pemrosesan visa wisata grup (C-3-2) hingga akhir Juni 2026. Kebijakan ini berlaku bagi enam negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari strategi menjaga momentum pariwisata masuk.

Perpanjangan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Korea Selatan, Koo Yun-cheol, sebagaimana dilaporkan Yonhap pada Jumat (2/1/2026). Sebelumnya, fasilitas bebas biaya visa ini dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2025.

“Kebijakan ini bertujuan mempertahankan momentum pariwisata masuk,” ujar Koo Yun-cheol.

Enam negara yang tercakup dalam kebijakan tersebut adalah China, India, Vietnam, Filipina, Indonesia, dan Kamboja. Dengan perpanjangan ini, wisatawan grup dari Indonesia tidak lagi dikenai biaya pemrosesan visa C-3-2 yang normalnya sebesar 18 ribu won atau sekitar Rp208 ribu.

Visa C-3-2 merupakan visa jangka pendek yang diperuntukkan bagi wisatawan yang bepergian dalam rombongan, umumnya minimal tiga orang, dan diajukan melalui agen perjalanan resmi yang terdaftar di Kedutaan Besar Korea Selatan. Visa ini dapat digunakan untuk perjalanan wisata umum, perjalanan insentif, maupun kunjungan pendidikan non-universitas.

Menurut laporan The Korea Times, visa grup ini kerap diberikan dengan kemudahan biaya bagi negara tertentu sebagai instrumen peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Korea Selatan.

Arah Kebijakan Pariwisata Korea Selatan 2026

Di sisi lain, Organisasi Pariwisata Korea (Korea Tourism Organization/KTO) menetapkan “dualisme” sebagai kata kunci pariwisata nasional Korea Selatan pada 2026. Konsep ini mencerminkan kecenderungan wisatawan yang menginginkan pengalaman kontras dalam satu perjalanan, seperti kemewahan dan kepraktisan, serta teknologi dan emosi.

“Nilai-nilai yang kontras seperti teknologi dan emosi, global dan lokal, akan membentuk ekosistem pariwisata baru,” kata Direktur Data Pariwisata KTO, Kim Sung-eun.

KTO merumuskan konsep tersebut dalam kerangka “D.U.A.L.I.S.M.” yang disusun berdasarkan analisis lingkungan makro, data telekomunikasi, transaksi kartu, tren media sosial, serta survei pakar dan wisatawan. Terdapat tujuh tren utama yang menjadi dasar arah pengembangan pariwisata Korea Selatan ke depan.

Proyeksi Kunjungan Wisatawan Asing

Sejumlah lembaga riset memperkirakan Korea Selatan berpotensi menerima lebih dari 21 juta wisatawan asing pada 2026. Proyeksi ini didorong pemulihan perjalanan internasional serta potensi pergeseran permintaan wisata akibat dinamika geopolitik di kawasan Asia Timur.

Yanolja Research menyebutkan, perkiraan tersebut disusun menggunakan model pembelajaran mendalam yang mempertimbangkan faktor musiman, nilai tukar, indikator makroekonomi, serta kondisi geopolitik regional.

Dengan perpanjangan bebas biaya visa grup ini, Korea Selatan berharap dapat memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata utama, termasuk bagi wisatawan asal Indonesia.