Raker III FSPP Banten, Tetapkan Fadlullah sebagai Ketua Presidium dan 5 Program Prioritas 2026

Hajiumrahnews.com — Forum Silaturahim Pondok Pesantren Provinsi Banten (FSPP) menggelar Rapat Kerja (Raker) III Masa Khidmat 2024–2029 yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan Ketua Presidium di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Kota Tangerang, Rabu, 4 Maret 2026, guna merumuskan arah strategis organisasi dan memperkuat sinergi pesantren dalam pembangunan ketahanan pangan serta kedaulatan ekonomi umat.

Raker mengusung tema “Sinergi Pesantren dan Kampus dalam Membangun Ketahanan Pangan, Kedaulatan Ekonomi Umat, dan Gerakan Bersama Memerangi Narkoba”. Forum tersebut dihadiri para pimpinan pondok pesantren se-Provinsi Banten, unsur akademisi, serta mitra kelembagaan.

Dalam forum itu, peserta menetapkan Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten. Penetapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi kepemimpinan organisasi dalam menghadapi agenda strategis 2026.

“Raker ini menjadi momentum penguatan sinergi dan arah gerak pesantren agar semakin berdaya dan berkontribusi nyata bagi umat,” ujar salah satu pimpinan sidang dalam forum tersebut.

Selain penetapan kepemimpinan, forum menyepakati lima program prioritas yang akan dijalankan sepanjang 2026.

Program pertama adalah Revitalisasi Sekretariat dan Penguatan Masjid At Taqwa FSPP. Program ini mencakup pembenahan sekretariat sebagai pusat koordinasi organisasi sekaligus penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, konsolidasi, dan pelayanan umat. Peningkatan sarana prasarana, tata kelola, serta sistem administrasi menjadi fokus utama agar lebih profesional dan representatif.

Program kedua adalah Gerakan Amal Kemanusiaan Pesantren Indonesia. FSPP akan mengonsolidasikan potensi pesantren dalam aksi sosial, tanggap bencana, dan pelayanan kemanusiaan. Sistem donasi, relawan, dan distribusi bantuan dirancang lebih cepat, transparan, serta tepat sasaran.

Program ketiga menyasar Regenerasi Kepemimpinan Kiyai Muda. Melalui kaderisasi terstruktur, FSPP menargetkan lahirnya kiyai muda yang visioner, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pelatihan kepemimpinan, manajemen pesantren, serta penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian dari kurikulum pembinaan.

Program keempat adalah Kolaborasi Penulisan Buku Ajar. FSPP mendorong kolaborasi antara kiyai dan akademisi dalam menyusun buku ajar kontekstual berbasis nilai-nilai pesantren. Langkah ini diharapkan memperkuat tradisi literasi sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan pesantren.

Program kelima bertajuk Dapur Pesantren Berkelanjutan. Program ini mencakup peningkatan standar dapur dan penyediaan menu bergizi seimbang bagi santri. Penguatan ekonomi hijau melalui wakaf sawah, kebun, empang, serta kemitraan dengan petani, nelayan, dan peternak juga menjadi bagian penting. Rantai pasok pangan yang efisien dan berkelanjutan ditargetkan mampu menunjang kemandirian pesantren.

“Kami ingin pesantren tidak hanya kuat secara spiritual dan pendidikan, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan pangan,” ungkap perwakilan pengurus FSPP dalam sesi pemaparan program.

Kelima program tersebut menjadi arah strategis FSPP Provinsi Banten pada 2026 untuk memperkuat kelembagaan, memperkokoh kepemimpinan, meningkatkan produktivitas literasi, memperluas aksi kemanusiaan, serta mendorong kemandirian pangan pesantren.

Raker III ini menegaskan komitmen FSPP dalam mengedepankan moderasi, kolaborasi, dan kemaslahatan umat melalui sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi.