
Hajiumrahnews.com — Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) menggelar Ramadhan Business Talk 1447 H di VIP Room Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Forum ini menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem haji dan umrah nasional.
Ketua Umum BPP HIPKA, Kamrussamad, yang juga Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Gerindra, membuka acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa HIPKA sebagai organisasi bisnis alumni HMI di bawah naungan KAHMI telah berjalan selama 16 tahun sejak berdiri pada 29 September 2010 dan kini memiliki perwakilan di 36 provinsi.
“Kami konsisten menyelenggarakan Ramadhan Business Talk setiap tahun sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan dunia usaha. Momentum Ramadhan menjadi spirit untuk memperkuat ekosistem haji dan umrah,” ujarnya.
Ia juga menyebut sejumlah pengusaha senior yang hadir, di antaranya M. Hasan Gaido, pendiri Gaido Group, serta pelaku usaha kopi “Bang Jack” yang baru melakukan ekspor ke sejumlah negara. HIPKA juga disebut telah menjalin kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dalam penguatan sektor keuangan.
Dirjen Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Agama, Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa pembentukan direktorat tersebut merupakan langkah baru pemerintah dalam membangun tata kelola haji dan umrah yang lebih produktif.
“Selama ini haji dan umrah identik dengan pengeluaran devisa negara. Ke depan, kami ingin memastikan negara juga mendapatkan devisa, dan masyarakat Indonesia memperoleh manfaat ekonomi,” jelasnya.
Ia mengajak para pengusaha HIPKA untuk menjalin komunikasi aktif dan mengambil peran strategis dalam penguatan ekosistem tersebut. Ia juga membuka ruang diskusi lanjutan di kantor Kementerian Haji dan Umrah di Jalan Thamrin, Jakarta.
Direktur Niaga Garuda Indonesia menyampaikan bahwa maskapai nasional itu memiliki ekosistem lengkap dalam industri haji dan umrah, mulai dari layanan penerbangan, travel haji khusus dan umrah, perhotelan, hingga katering di bawah holding InJourney.
“Kami mengajak pengusaha anggota HIPKA untuk berkolaborasi membangun ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, M. Hasan Gaido selaku Ketua Komite Ekonomi Syariah BPP HIPKA menyoroti kebijakan jemaah umrah yang harus melalui asrama haji.
“Haji dan umrah memiliki karakteristik berbeda. Kami siap bekerja sama dengan kementerian dalam penguatan ekosistem haji dan umrah yang profesional dan efisien,” tegasnya.
Kegiatan Ramadhan Business Talk 1447 H diharapkan menjadi wasilah penguatan sinergi antara pemerintah dan pengusaha nasional. Forum ini menargetkan terciptanya ekosistem haji dan umrah Indonesia yang kokoh, berdaya saing global, serta memberi dampak ekonomi signifikan bagi bangsa.