IDESy Dorong Kolaborasi Internasional Perkuat Ekonomi Syariah dan Ekosistem Halal di Era AI
Hajiumrahnews.com – Ikatan Dosen Ekonomi Syariah (IDESy) Indonesia mendorong penguatan kolaborasi internasional antara perguruan tinggi, akademisi, dan pelaku industri untuk menghadapi transformasi ekonomi syariah serta pengembangan ekosistem halal di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Isu tersebut menjadi perhatian dalam Seminar Internasional Kolaboratif FKN-IDESy Indonesia yang berlangsung di Aula STES Bhakti Nugraha (STESBN), Kota Tangerang, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Seminar bertema “Global Sharia Economy and Halal Ecosystem in the Era of AI: Innovation, Human Capital and International Collaboration” itu mempertemukan akademisi, pimpinan perguruan tinggi, serta praktisi ekonomi dan keuangan syariah dari dalam dan luar negeri.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida melalui pertemuan tatap muka dan Zoom ini membahas perkembangan teknologi digital, kesiapan sumber daya manusia, inovasi industri halal, serta peluang kerja sama internasional dalam memperkuat daya saing ekonomi syariah.
IDESy Dorong Kolaborasi Internasional yang Berdampak

Ketua Umum IDESy Indonesia sekaligus Ketua STES Bhakti Nugraha Kota Tangerang, Dr. H. Ade Marpudin, MM., CAH., CAU, menjadi figur utama dalam pembahasan arah kolaborasi akademik dan industri ekonomi syariah di tingkat internasional.
“Kolaborasi internasional tidak boleh berhenti pada pertemuan akademik atau pertukaran gagasan. Melalui IDESy, kita ingin membangun kerja sama yang konkret antara perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku industri dari berbagai negara, sehingga mampu melahirkan riset bersama, inovasi, serta solusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah dan ekosistem halal,” demikian rancangan pernyataan yang disiapkan untuk konfirmasi Ade Marpudin.
Pengembangan jejaring internasional tersebut dapat diarahkan pada penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, peningkatan kompetensi dosen, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan inovasi yang menjawab kebutuhan industri.
Keterhubungan antara dunia akademik dan industri juga menjadi penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan produk, layanan, dan model bisnis berbasis prinsip syariah.
AI Menjadi Tantangan dan Peluang Ekonomi Syariah
Perkembangan AI membuka peluang baru bagi industri ekonomi dan keuangan syariah, mulai dari efisiensi operasional, analisis data, pengembangan layanan keuangan digital, hingga perluasan akses pasar produk halal.
Di sektor keuangan, teknologi AI berpotensi mendukung pengembangan perbankan syariah, Islamic fintech, dan layanan keuangan berbasis digital.
Sementara dalam ekosistem halal, pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas pemasaran, membaca kebutuhan konsumen, serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, terutama berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, keamanan data, transparansi transaksi, perlindungan konsumen, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
“Kecerdasan buatan harus kita tempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi syariah, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, IDESy perlu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, dan kolaborasi lintas negara agar inovasi digital tetap sejalan dengan prinsip syariah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian usulan pernyataan lanjutan untuk dikonfirmasi kepada Ade Marpudin.
Penguatan kompetensi akademisi dan tenaga profesional menjadi salah satu kebutuhan untuk memastikan transformasi digital dapat diikuti dengan kemampuan analisis, inovasi, serta pemahaman terhadap nilai dan tata kelola ekonomi syariah.
Hadirkan Akademisi dan Praktisi Nasional serta Internasional
Seminar menghadirkan delapan narasumber dari unsur akademisi, pimpinan perguruan tinggi, dan praktisi industri ekonomi syariah.
Mereka adalah Assoc. Prof. Dr. Akhmad Shunhaji, M.Pd.I., Ketua Umum APTIKIS Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten; Dr. H. Ade Marpudin, MM., CAH., CAU, Ketua Umum IDESy Indonesia sekaligus Ketua STES Bhakti Nugraha Kota Tangerang; Prof. Dr. Sapta Nirwandar, S.E., Ketua Dewan Pembina IDESy Indonesia; serta Prof. Dr. KH. Ahmad Tantowi, M.Si., CAH., Dewan Pakar IDESy Indonesia sekaligus Rektor STIK Kendal, Jawa Tengah.
Narasumber lainnya adalah H. Hasan Gaido, S.Ag., CAH., CAU, Wakil Ketua Umum IDESy Indonesia sekaligus CEO Gaido Group; Assoc. Prof. Patria Yunita, M.Si., Ph.D., Wakil Ketua Umum IDESy Indonesia sekaligus Ketua Program Studi S2 Universitas PTIQ; Dr. Mohd Hafiz Bin Jamaludin, Senior Lecturer Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia; serta H. Ivan Hartawan, S.E., M.Si., Direktur Utama Bank Syariah Amanah Insani.
Kehadiran para narasumber tersebut mempertemukan beragam perspektif mengenai pengembangan pendidikan ekonomi syariah, inovasi teknologi, industri keuangan, serta peluang kerja sama internasional.
Partisipasi akademisi dari Universiti Malaya, Malaysia, turut memperkuat dimensi internasional seminar dan membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan ekonomi syariah di kawasan Asia Tenggara.
Perguruan Tinggi Perkuat Riset dan Jejaring Akademik
Penguatan kolaborasi internasional juga mendapat perhatian dari Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum., C.A.H., yang turut berpartisipasi sebagai narasumber.
“Kolaborasi internasional ini sangat baik karena membuka ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik, dan pengembangan riset bersama dalam menjawab tantangan ekonomi syariah global di era kecerdasan buatan,” ujar Qustulani sebagaimana dikutip dari laman resmi STISNU Nusantara Tangerang.
Bagi perguruan tinggi, kerja sama tersebut dapat menjadi sarana penguatan tridarma melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Global
Seminar Internasional FKN-IDESy Indonesia turut membuka peluang penjajakan kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, prosiding, penulisan buku dan book chapter, serta pengembangan jejaring akademik nasional dan internasional.
Peluang kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan inovasi dan pengembangan industri.
Dalam konteks ekonomi syariah global, kerja sama lintas negara memiliki peran penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan memperkuat keterhubungan antara akademisi, industri, serta pemangku kepentingan.
Melalui forum ini, IDESy Indonesia memperkuat perannya sebagai wadah jejaring dosen ekonomi syariah dalam mendorong pertukaran gagasan dan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas.
Seminar tersebut juga menjadi momentum untuk menempatkan inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan kerja sama internasional sebagai aspek yang saling berkaitan dalam pengembangan ekonomi syariah serta industri halal yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.