Kemenhaj Pastikan Kesiapan Tenda Jemaah Haji di Arafah Sudah Capai 90 Persen

Hajiumrahnews.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan tenda jemaah haji Indonesia di Padang Arafah terus dimatangkan menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga 13 Mei 2026, progres kesiapan tenda disebut telah mencapai lebih dari 90 persen.

Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah menjadi inti pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, seluruh layanan di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dipastikan harus siap sebelum pergerakan jemaah dimulai.

Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj sekaligus Ketua PPIH Arab Saudi, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, bersama Inspektur Jenderal Kemenhaj Dandi Suryadi dan Kepala Satuan Operasi (Satops) Armuzna Sunardi meninjau langsung kesiapan tenda dan transportasi bus jemaah di Arafah pada Rabu (13/5/2026).

“Kalau dihitung dari presentasi kesiapan kemah atau tenda, dapat dikatakan mungkin 90 persen lebih ya,” kata Ian kepada Media Center Haji (MCH) di lokasi.

Ian menjelaskan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan lanjutan pada Sabtu (16/5/2026) untuk memastikan seluruh jemaah telah mendapatkan penempatan tenda sesuai data yang disiapkan.

“Akan ada label di tiap-tiap tenda dan kita upayakan kapasitasnya itu, ada nama di tenda tersebut,” ujarnya.

Pengawasan Ketat Layanan Jemaah

Ian mengapresiasi dua syarikah penyedia layanan haji tahun ini, yakni Duyuful Bait dan Rakeen, yang dinilai mampu bekerja sesuai target yang ditetapkan.

Meski demikian, PPIH Arab Saudi menegaskan tetap akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh fasilitas dan layanan agar hak jemaah benar-benar terpenuhi saat pelaksanaan wukuf.

“Kami tidak percaya begitu saja. Kami akan pastikan, kami cek kembali, jangan sampai hak jemaah tidak terpenuhi pada saat wukuf di Arafah,” tegas Ian.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/5/2026), Ian juga telah meninjau kawasan tenda milik Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait) yang diproyeksikan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, beberapa fasilitas diketahui masih dalam tahap penyelesaian. Namun, pihak penyedia layanan memastikan seluruh pekerjaan akan rampung dalam lima hari berikutnya.

Ian menjelaskan, satu tenda dengan luas sekitar 300 meter persegi disiapkan untuk menampung sekitar 238 tempat tidur.

Untuk memudahkan penempatan jemaah, setiap tenda nantinya akan dilengkapi informasi kapasitas, daftar kloter, hingga nama jemaah yang menempati tenda tersebut.

Prioritas untuk Lansia dan Disabilitas

Menurut Ian, pengisian tenda tidak selalu dilakukan berdasarkan satu kloter penuh karena jumlah jemaah dalam satu kloter berkisar antara 360 hingga 390 orang, sementara kapasitas tiap tenda berbeda-beda.

“Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh,” ujarnya.

PPIH Arab Saudi juga memastikan fasilitas bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas telah disesuaikan, termasuk penyediaan kamar mandi dan toilet ramah pengguna.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1447 H, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah akan dimulai pada Senin (25/5/2026) sore atau 8 Dzulhijjah.

Pelaksanaan wukuf berlangsung pada Selasa (26/5/2026) bertepatan dengan 9 Dzulhijjah. Setelah itu, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah aqabah.

Sementara itu, bagi jemaah yang mengikuti skema murur, perjalanan dari Arafah akan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

Pada hari-hari tasyrik, yakni 11 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah akan menjalani mabit di Mina dan melontar tiga jumrah dengan pilihan nafar awal pada 12 Dzulhijjah atau nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.