
Hajiumrahnews.com — Penantian ratusan jamaah umrah yang sempat tertahan di Jeddah akhirnya berakhir. Sebanyak 400 jamaah umrah terdampak penundaan kepulangan akibat kendala teknis penerbangan Lion Air berhasil dipulangkan ke Tanah Air pada Minggu (28/12/2025) dini hari.
Rombongan jamaah tersebut diberangkatkan dari hotel tempat menginap pada Sabtu malam (27/12/2025) dan lepas landas dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menggunakan penerbangan Lion Air JT-111 menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 01.24 Waktu Arab Saudi (WAS).
Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menjelaskan secara keseluruhan terdapat sekitar 800 jamaah umrah yang terdampak penundaan kepulangan sejak Kamis (25/12/2025) akibat kendala teknis pesawat Lion Air.
Setelah dilakukan koordinasi intensif antara Kementerian Haji dan Umrah dengan pihak maskapai, pemulangan jamaah disepakati dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang.
“Saat tim kami turun ke lapangan, satu rombongan sekitar 400 jamaah sudah berhasil dipulangkan. Satu rombongan lainnya direncanakan terbang ke Tanah Air malam ini,” ujar Harun dalam keterangannya di Madinah, Sabtu (27/12/2025).
Harun memastikan hak jamaah tetap terpenuhi selama masa penundaan di Jeddah. Seluruh jamaah difasilitasi akomodasi penginapan dan kebutuhan dasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama masa tunggu, jamaah ditempatkan di tiga hotel, yakni Wow Hotel 1, Carwan Hotel, dan Wow Hotel 2. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan guna memastikan kondisi jamaah tetap terjaga hingga seluruh proses pemulangan selesai.
“Kami memastikan jamaah mendapatkan fasilitas penginapan dan pelayanan yang layak selama menunggu jadwal kepulangan,” kata Harun.
Kementerian Haji dan Umrah turut mengingatkan seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan maskapai penerbangan agar meningkatkan kesiapan dan ketelitian, terutama terkait kelaikan serta kesiapan armada sebelum memberangkatkan jamaah.
Menurut Harun, kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa yang dapat mengganggu kenyamanan dan ketenangan jamaah.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan akan terus memantau proses pemulangan hingga seluruh jamaah umrah yang terdampak benar-benar tiba di Indonesia dengan aman dan selamat.