Bus Shalawat Gratis Layani 21 Rute Jemaah Indonesia di Makkah

Hajiumrahnews.com — Layanan transportasi Bus Shalawat bagi jemaah haji Indonesia di Makkah dipastikan siap beroperasi penuh menjelang kedatangan kloter pada musim haji 1447 H/2026 M. Bus ini akan melayani jemaah selama 24 jam dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya tanpa dipungut biaya.

Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Makkah, Ahad (26/4/2026).

21 Rute dan 452 Armada Bus

Tahun ini, layanan transportasi jemaah Indonesia ditangani oleh enam perusahaan (syarikat) dengan armada bus kota yang tersebar di lima wilayah utama, yaitu Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.

Setiap wilayah terhubung dengan terminal utama menuju Masjidil Haram, antara lain Terminal Ajyad, Terminal Jabal Ka’bah, dan Terminal Syib Amir.

Sebanyak 21 rute disiapkan untuk memudahkan mobilitas jemaah. Setiap bus dilengkapi stiker kode warna dan nomor rute, sementara jemaah dibekali kartu rute sejak tiba di hotel.

“Cukup melihat warna dan nomor pada kartu rute, jemaah tidak perlu bertanya. Biasanya dalam dua hingga tiga hari sudah hafal,” kata Syarif.

Pada masa puncak operasional, jumlah armada mencapai sekitar 452 unit, dengan usia bus maksimal lima tahun.

Beroperasi 24 Jam Nonstop

Layanan Bus Shalawat beroperasi secara bertahap mengikuti kedatangan jemaah. Operasional berlangsung sejak kloter pertama tiba hingga 6 Zulhijjah, kemudian dilanjutkan kembali mulai 14 Zulhijjah hingga kepulangan jemaah ke Indonesia.

Bus beroperasi selama 24 jam nonstop dengan intensitas tertinggi menjelang dan setelah waktu salat fardu. Waktu tunggu rata-rata jemaah berkisar antara 15 hingga 20 menit.

Ramah Lansia dan Disabilitas

Sejalan dengan konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, pemerintah juga menyiapkan sekitar 52 unit bus khusus dengan lantai rendah (low deck) untuk memudahkan pengguna kursi roda.

Namun, operasional bus khusus ini bersifat permintaan karena kapasitas terbatas, maksimal 18 penumpang termasuk kursi roda.

“Kalau dipaksakan beroperasi reguler, justru tidak efektif. Jadi kami kirim sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Gratis Tanpa Pungutan

Syarif menegaskan bahwa seluruh layanan Bus Shalawat diberikan secara gratis. Jemaah tidak perlu membayar maupun memberikan tip kepada pengemudi.

“Kami imbau jemaah dan keluarga di tanah air tidak perlu memberi tip. Sopir sudah dibayar oleh perusahaan dan ini bagian dari layanan resmi,” katanya.

Ia juga mengingatkan jemaah untuk selalu membawa kartu rute serta menjaga barang bawaan selama menggunakan layanan transportasi.

Untuk memastikan kelancaran operasional, bus ditempatkan di terminal dan kantong parkir dekat hotel. Koordinasi dilakukan secara real-time oleh petugas di lapangan.

“Jika ada kekurangan armada di satu titik, langsung kami kirim dari terminal sehingga jemaah tidak menunggu lama,” ujarnya.

Syarif optimistis mobilitas jemaah tahun ini akan lebih lancar seiring pengaturan lalu lintas yang lebih ketat oleh otoritas Arab Saudi.

“Insya Allah tahun ini lebih terkendali hingga puncak haji,” katanya.