
Hajiumrahnews.com — ASTAGATRA RI (Asosiasi Ekosistem Pariwisata Penyelenggara Travel Umrah Haji Republik Indonesia) kembali menggelar kegiatan talk show nasional bertajuk Sosialisasi Haji dan Mitigasi Risiko Haji 2026. Forum ini akan membahas kondisi terkini di kawasan Timur Tengah sekaligus persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 di Hotel Aryaduta Jakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai forum diskusi dan sosialisasi bagi para pelaku industri haji, umrah, serta pariwisata halal di Indonesia.
Sekretaris Jenderal ASTAGATRA RI, M. Ikhwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang koordinasi sekaligus mitigasi bagi para pelaku industri dalam menghadapi dinamika situasi geopolitik di Timur Tengah menjelang musim haji 2026.
“Forum ini merupakan talk show nasional yang bertujuan melakukan sosialisasi sekaligus mitigasi terhadap kondisi terkini di Timur Tengah dalam kaitannya dengan pelaksanaan haji 2026. Kami ingin para pelaku industri memiliki kesiapan dan pemahaman yang komprehensif mengenai situasi yang berkembang,” ujar Ikhwan.
Menurut Ikhwan, acara tersebut juga akan menghadirkan sejumlah vendor dari Timur Tengah dan Eropa, termasuk penyedia layanan hotel serta syarikah dari Arab Saudi. Selain itu, perusahaan penyedia layanan land arrangement dari kawasan Timur Tengah, Asia, dan Eropa juga dijadwalkan berpartisipasi.
Ia menambahkan bahwa forum ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, di antaranya perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan kesiapan industri haji dan umrah, terutama dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah,” kata Ikhwan.
Ikhwan menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya membahas aspek mitigasi risiko perjalanan ibadah haji, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem ekonomi yang berkaitan dengan sektor haji, umrah, dan pariwisata halal di Indonesia.
“Talk show ini juga menjadi ruang pengembangan ekonomi dalam ekosistem pariwisata serta industri haji dan umrah Indonesia. Kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan mitra internasional sehingga tercipta peluang kerja sama yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaku usaha travel PIHK, PPIU, serta biro perjalanan wisata halal diundang untuk hadir dan memanfaatkan forum tersebut sebagai ajang memperluas jaringan bisnis.
“Peserta yang hadir dapat bertemu langsung dengan vendor hotel dan syarikah di Arab Saudi serta mitra land arrangement dari berbagai negara. Ini menjadi kesempatan strategis bagi pelaku usaha untuk membangun kemitraan internasional,” kata Ikhwan.
Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata yang perlu dipromosikan secara lebih luas ke pasar internasional.
“Indonesia memiliki kekayaan destinasi alam, budaya, dan sejarah yang sangat besar. Melalui kolaborasi dalam ekosistem pariwisata dan haji umrah, kita berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik seperti motor listrik, televisi 50 inci, kulkas, tasrih umrah, serta paket wisata domestik dan internasional.