Menu Katering Haji 2026 Hadirkan Cita Rasa Nusantara untuk Jaga Stamina Jemaah

Hajiumrahnews.com — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan pembaruan besar pada layanan konsumsi jamaah haji Indonesia musim haji 1447 H/2026 M. Perubahan tersebut dilakukan untuk menjaga stamina jamaah di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

Evaluasi penyelenggaraan haji tahun sebelumnya menunjukkan kejenuhan terhadap menu makanan menjadi salah satu penyebab menurunnya kondisi fisik jamaah selama menjalankan ibadah.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan penyusunan menu tahun ini dibuat lebih variatif dengan penguatan cita rasa khas Nusantara agar selera makan jamaah tetap terjaga.

“Penyusunan menu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jamaah haji Indonesia,” ujar Indri kepada Tim Media Center Haji.

Selain variasi lauk, jamaah juga mendapatkan tambahan paket nutrisi berupa susu, buah segar, dan air mineral yang disediakan setiap hari untuk membantu mencegah dehidrasi.

Layanan katering tersebut melibatkan 51 dapur penyedia makanan bersertifikat yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Seluruh dapur diwajibkan memenuhi standar kualitas dan takaran gizi sesuai ketentuan tim kesehatan Kementerian Haji dan Umrah.

Persiapan logistik makanan juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan jamaah saat memasuki fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selama berada di Arafah, jamaah dijadwalkan menerima hingga lima kali layanan makan penuh. Paket konsumsi tambahan juga disiapkan sebelum keberangkatan menuju Muzdalifah sebagai bekal perjalanan malam.

Sementara itu, selama mabit di Mina, setiap jamaah akan memperoleh maksimal sepuluh kali distribusi makan untuk menjaga kondisi fisik selama menjalani lempar jumrah pada hari tasyrik.

“Untuk layanan konsumsi jamaah haji di Makkah sudah didistribusikan sebanyak 1.193.534 boks,” ungkap Indri.

Distribusi makanan tahun ini juga diperkuat melalui sistem digitalisasi yang memungkinkan pengawasan distribusi secara real-time di 177 hotel jamaah Indonesia di Makkah.

Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh kloter menerima layanan konsumsi tepat waktu tanpa kendala distribusi.

PPIH berharap penguatan layanan konsumsi tersebut dapat membantu jamaah menjaga kesehatan dan fokus menjalankan ibadah secara khusyuk selama berada di Tanah Suci.