Milad ke-16 HIPKA, Hasan Gaido Dorong Gerakan Satu Juta Pengusaha Ekonomi Syariah
Hajiumrahnews.com — Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) mendorong penguatan kolaborasi dunia usaha dan keuangan syariah untuk memperluas peluang bisnis serta meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia. Momentum tersebut mengemuka dalam peringatan Milad ke-16 HIPKA yang berlangsung di Auditorium The Tower Bank Syariah Indonesia (BSI), Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Kewirausahaan, Membangun Kolaborasi, Menggerakkan Ekonomi Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi pengusaha, perbankan syariah, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas pengembangan ekonomi nasional.
Salah satu gagasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah gerakan melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri halal dan ekonomi syariah global menuju 2045.
Gagasan tersebut disampaikan M. Hasan Gaido, Ketua Bidang Ekonomi Syariah BPP HIPKA, yang menyoroti pentingnya mengubah potensi pasar domestik menjadi kekuatan produksi, investasi, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja.
HIPKA dan BSI Perkuat Kolaborasi Usaha

Peringatan Milad ke-16 HIPKA ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama BSI. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara jaringan pengusaha dan layanan keuangan syariah.
Ketua Umum HIPKA Kamrussamad mengatakan organisasinya ingin membangun kekuatan pengusaha melalui kolaborasi dan pemanfaatan jaringan anggota. Menurutnya, basis anggota yang tersebar di berbagai wilayah dengan beragam sektor usaha dapat menjadi modal untuk mengembangkan kemitraan bisnis.
HIPKA juga ingin mendorong anggotanya tumbuh, meningkatkan kapasitas usaha, dan membuka peluang investasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyambut kerja sama tersebut. Kemitraan dengan komunitas pengusaha dinilai dapat membuka peluang pengembangan layanan keuangan, pembiayaan, serta dukungan bagi pelaku usaha yang membutuhkan akses terhadap ekosistem halal.
Kerja sama itu diharapkan berlanjut melalui program konkret yang mempertemukan kebutuhan pengusaha dengan layanan perbankan syariah, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hasan Gaido: Indonesia Harus Menjadi Pemain Utama
Dalam paparannya, Hasan Gaido menegaskan bahwa besarnya populasi Muslim dan luasnya pasar domestik perlu diikuti penguatan industri serta kapasitas pengusaha nasional.
Indonesia memiliki peluang mengembangkan berbagai sektor ekonomi syariah, mulai dari makanan dan minuman halal, keuangan syariah, pariwisata halal, fesyen, logistik halal, hingga layanan digital.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar ekonomi syariah dunia. Kita harus menjadi produsen, inovator, pengembang teknologi, dan pemain utama dalam perdagangan global,” menjadi pesan utama yang disampaikan Hasan.
Menurut Hasan, target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia pada 2045 membutuhkan kerja bersama antara pengusaha, pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku industri. Potensi pasar yang besar perlu diterjemahkan menjadi kapasitas produksi, inovasi, investasi, dan jaringan distribusi yang mampu bersaing di pasar internasional.
Ia juga menyoroti perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
Pemanfaatan teknologi, kata Hasan, perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pelayanan, menyederhanakan proses kerja, dan memperkuat efisiensi usaha. Pengusaha juga perlu memperluas jaringan internasional melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dan mitra bisnis lintas negara agar produk nasional memiliki akses pasar yang lebih luas.
Ekonomi Syariah Tidak Berhenti pada Industri Keuangan
Hasan Gaido menempatkan ekonomi syariah sebagai sistem kegiatan ekonomi yang mencakup lebih dari sekadar perbankan. Industri halal, perdagangan, pariwisata, logistik, teknologi, dan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari ekosistem yang saling terhubung.
Prinsip amanah, transparansi, keadilan, kualitas, dan tanggung jawab dinilai relevan untuk membangun kepercayaan konsumen serta hubungan bisnis jangka panjang. Pengembangan industri halal juga membuka peluang perdagangan dan investasi yang dapat menjangkau pasar lebih luas.
Hasan mengajak pengurus dan anggota HIPKA mempertimbangkan pemanfaatan layanan BSI, baik untuk kebutuhan perorangan maupun perusahaan, sesuai kebutuhan usaha masing-masing. Ia berharap kemitraan HIPKA–BSI tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi diteruskan melalui peningkatan transaksi, akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan perluasan jaringan bisnis.
Penguatan kerja sama tersebut, menurut gagasan yang disampaikan, perlu diwujudkan dalam kegiatan ekonomi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama pengusaha dan masyarakat.
Gaido Group Jadi Contoh Pengembangan Ekosistem
Hasan juga memaparkan pengalamannya mengembangkan Gaido Group selama lebih dari 23 tahun sebagai salah satu contoh upaya membangun ekosistem usaha berbasis ekonomi syariah.
Ekosistem tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain perjalanan haji dan umrah melalui Gaido Travel & Tours, layanan logistik, usaha makanan dan minuman, Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound, ritel melalui Santri Mart, serta pengembangan konektivitas digital melalui Gaido Connected.
Berbagai bidang usaha tersebut menggambarkan peluang membangun hubungan antarsektor. Pariwisata, misalnya, dapat terhubung dengan transportasi, kuliner, akomodasi, produk UMKM, dan pemasaran digital. Keterhubungan tersebut memungkinkan satu aktivitas ekonomi membuka peluang bagi pelaku usaha lainnya.
Hasan menekankan bahwa pembangunan ekosistem tidak harus dilakukan dengan memiliki seluruh jenis usaha secara mandiri. Kemitraan yang profesional, saling menguntungkan, dan berorientasi pada manfaat bersama dapat menjadi pendekatan untuk memperluas jangkauan bisnis.
Gerakan Satu Juta Pengusaha Ekonomi Syariah
Hasan Gaido mengusulkan agar gerakan melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah dikembangkan sebagai agenda bersama HIPKA, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Program tersebut dapat mencakup pemetaan potensi anggota, pendampingan UMKM, peningkatan kapasitas kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan kemitraan, perluasan akses pasar, serta penguatan hubungan dengan lembaga pembiayaan.
Pemerintah berperan dalam kebijakan dan fasilitasi, akademisi dalam penelitian serta pengembangan sumber daya manusia, lembaga keuangan dalam layanan pembiayaan dan transaksi, sedangkan pengusaha menjadi penggerak produksi, investasi, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja.
HIPKA diharapkan dapat menghubungkan berbagai sumber daya tersebut agar menghasilkan kolaborasi yang lebih terarah.
“Jangan hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi syariah. Jadilah pelaku, penggerak, dan pemilik masa depannya,” tegas Hasan Gaido.
Peringatan Milad ke-16 HIPKA menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara organisasi pengusaha, perbankan syariah, pemerintah, dan dunia akademik. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi program yang terukur, kemitraan yang berkelanjutan, serta pertumbuhan usaha yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.