Ketua Umum IDESY Paparkan Program Strategis 2026–2027, Fokus Perkuat Jejaring Ekonomi Syariah
Hajiumrahnews.com — Ikatan Dosen Ekonomi Syariah Swasta Indonesia (IDESY) mematangkan sejumlah program strategis untuk periode 2026–2027. Penguatan kapasitas anggota, jejaring akademik, kolaborasi dengan industri, serta konektivitas nasional dan internasional menjadi bagian dari agenda organisasi ke depan.
Rencana tersebut dipaparkan Ketua Umum IDESY Dr. Ade Marpudin, MM, CAH, CAU, dalam rapat koordinasi bersama para pendiri dan pengurus di Grand Sahid Hotel Sudirman, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan arah pengembangan peran dosen ekonomi syariah dalam pendidikan tinggi dan ekosistem ekonomi serta keuangan syariah.
Penguatan KTA dan Sertifikat Keanggotaan
Salah satu program yang dipaparkan adalah penguatan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan sertifikat keanggotaan IDESY.
KTA dan sertifikat tersebut diarahkan tidak hanya sebagai identitas anggota, tetapi juga menjadi bagian dari akses terhadap berbagai program, informasi, jejaring, serta peluang kolaborasi yang dikembangkan IDESY.
Anggota juga direncanakan memperoleh sejumlah manfaat kemitraan. Salah satunya berupa voucher Haji Khusus senilai Rp5 juta dan voucher Umrah senilai Rp1 juta dari Gaido Travel, sesuai ketentuan program dan kerja sama yang berlaku.
Program keanggotaan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antaranggota sekaligus membuka akses terhadap berbagai kegiatan akademik dan kolaboratif.
Seminar Internasional Digelar 10 Oktober
Agenda lain yang menjadi perhatian adalah Seminar Internasional IDESY pada 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dirancang menggunakan format hybrid, sehingga dapat diikuti peserta secara langsung maupun daring.
Seminar tersebut diarahkan menjadi ruang pertemuan akademisi, praktisi, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membahas perkembangan ekonomi syariah.
IDESY juga menyiapkan program lanjutan di sejumlah perguruan tinggi yang berada dalam jaringan organisasi. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan industri dan berbagai sektor dalam ekosistem ekonomi syariah.
Perkuat Peran Dosen dalam Ekosistem Ekonomi Syariah
Program kerja 2026–2027 menempatkan dosen ekonomi syariah tidak hanya sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, literasi, dan kolaborasi.
Jejaring kampus dan anggota di berbagai daerah akan dimanfaatkan untuk memperluas kegiatan akademik sekaligus menghadirkan lebih banyak pemangku kepentingan dari sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat keterhubungan perguruan tinggi dengan perkembangan industri serta kebutuhan ekonomi syariah di tingkat nasional dan global.
Pengurus dan Pendiri Ikut Konsolidasi
Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan dan pengurus IDESY, di antaranya M. Hasan Gaido selaku Wakil Ketua Umum, Prof. (HC) Eko Sembodo, MM, MAK, CAU sebagai Bendahara Umum, serta Prof. Dr. KH. Ahmad Tantowi, MSI, CAH selaku Dewan Pertimbangan.
Pembahasan berlangsung dalam suasana konsolidasi untuk memastikan berbagai program yang telah dirancang dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat bagi anggota.
Agenda 2026–2027 menjadi bagian dari upaya IDESY memperluas konektivitas antara dosen, perguruan tinggi, pelaku industri, pemerintah, dan berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi syariah.
Melalui penguatan jejaring tersebut, IDESY menargetkan kontribusi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ekonomi syariah Indonesia dan global.