
Hajiumrahnews.com — Gerakan nasional Gaido Connected terus memperluas jangkauannya. Kali ini, pelatihan dan penguatan pengusaha ekonomi syariah digelar di Kota Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (7/2/2026), bertempat di Museum Gusjigang – Al Mubarok Food.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Ghazi, CEO Gaido Travel, sebagai bagian dari strategi penguatan pemasaran Gaido Travel 2026 sekaligus implementasi misi besar melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama Muhammad Hasan Gaido, Founder & CEO Gaido Group, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI). Acara dipandu oleh Dr. Ekawati Rahayuningsih, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kudus sekaligus pemilik franchise Gaido Travel Cabang Kudus.
Turut hadir CEO PT Tazkia Mulia Barokah Muhammad Kirom, mahasiswa UIN Sunan Kudus, serta para pelaku UMKM Kudus yang antusias mengikuti pelatihan.
Mengusung kearifan lokal “Gusjigang”—bagus akhlaknya, ngaji, dan dagang—Gaido Connected diposisikan sebagai gerakan nyata membangun pengusaha yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.
Dalam pemaparannya, Muhammad Ghazi menegaskan bahwa Gaido Connected bukan sekadar program bisnis, melainkan gerakan dakwah ekonomi.
“Kita tidak hanya membangun bisnis, tetapi membangun ekosistem. Bisnis adalah dakwah, bekerja adalah ibadah. Dengan pengalaman Pak Hasan Gaido yang memulai usaha dari kecil hingga besar, kami ingin melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah yang kuat dan saling terkoneksi,” ujar Ghazi.
Sementara itu, Dr. Ekawati Rahayuningsih menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap agenda Gaido Connected dapat diperluas.
“Program melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah adalah kewajiban kita bersama. Ke depan, kami berharap kegiatan ini bisa digelar lebih besar di kampus UIN Sunan Kudus dengan melibatkan Rektor dan Pemerintah Kabupaten Kudus,” katanya.
Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa Gaido Connected dibangun di atas empat pilar konektivitas, yakni:
Terkoneksi di media sosial
Terkoneksi di ekosistem ekonomi syariah Gaido Group
Terkoneksi di jaringan bisnis syariah nasional
Terkoneksi di jaringan bisnis syariah global
Model konektivitas ini dirancang agar para pengusaha syariah tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama dalam satu ekosistem nasional hingga internasional.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Dr. Ekawati menekankan pentingnya menjadikan bazar UMKM sebagai momentum strategis untuk menaikkan kelas produk lokal.
“Produk UMKM harus berstandar halal, memiliki kemasan profesional, dan siap menembus pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.
Gaido Connected terintegrasi dengan berbagai lini usaha dalam ekosistem Gaido Group, antara lain:
Gaido Travel (Haji, Umrah, dan Wisata Halal)
Gaido Bank Syariah (tabungan, deposito, dan pembiayaan)
Digital Hospital (layanan kesehatan dan vaksin meningitis)
Santri Mart (oleh-oleh haji dan kebutuhan santri)
Gaido Halal Logistics (pengiriman domestik dan internasional)
Banten Restoran Halal (konsep franchise)
Baduy Outbound (destinasi wisata halal)
Media Haji Umrah (publikasi dan periklanan)
Gaido Foundation (pendidikan, sosial, dan keagamaan)
Roadshow Gaido Connected di Kudus menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata membangun ekonomi syariah berbasis kolaborasi.
Dari Kudus untuk Jawa Tengah.
Dari Jawa Tengah untuk Indonesia.
Dari Indonesia untuk dunia.
Gaido Connected — Terus Bergerak.