Selasa, 26 Mei 2026 9 Dzulhijjah 1447 H 11.57 WIB Makkah 32°C
NEWS

Raih 2 Emas di Asian Physics Olympiad 2026, Indonesia Kalahkan Jepang dan Israel

NJ Oleh Neo Jurnalis 26 Mei 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional setelah berhasil meraih dua medali emas dalam ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 17–25 Mei 2026.

Dalam kompetisi fisika paling bergengsi tingkat Asia tersebut, Indonesia membawa pulang total delapan penghargaan yang terdiri atas dua medali emas, tiga medali perunggu, dan tiga Honorable Mention.

Prestasi itu menempatkan Indonesia di posisi kelima klasemen akhir, hanya berada di bawah Korea Selatan, China, Taiwan, dan Rusia. Capaian tersebut sekaligus membuat Indonesia unggul atas sejumlah negara yang selama ini dikenal kuat di bidang sains seperti Jepang, Singapura, Hong Kong, India, Australia, hingga Israel.

APhO dikenal sebagai kompetisi fisika internasional dengan tingkat kesulitan tinggi karena menggabungkan ujian teori dan eksperimen laboratorium yang menuntut kemampuan analisis, logika, serta pemecahan masalah tingkat lanjut.

Dua Emas untuk Indonesia

Dua medali emas Indonesia diraih oleh:

  • Ackhava Adam Malonda (SMA Wardaya Jakarta)
  • Evan Syatia To (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang)

Sementara tiga medali perunggu dipersembahkan oleh:

  • Gusti Komang Abhika Atmaja (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta)
  • Juan Richie (SMA Kristen Immanuel Pontianak)
  • Bagasmora Andreo Sibarani (SMA Darma Yudha Pekanbaru)

Adapun tiga penghargaan Honorable Mention diraih:

  • Ferrel Gabriel (SMAK 1 Penabur Jakarta)
  • Arrow Dunatos Pascha Kristian (SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta)
  • Kayser Huang (SMA Darma Yudha Pekanbaru)

Evan Syatia To: Dari Matematika ke Fisika

Salah satu sorotan datang dari Evan Syatia To yang sebelumnya juga meraih medali emas sekaligus penghargaan Best Experiment pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Fisika.

Evan mengaku sejak kecil lebih dahulu mendalami matematika sebelum akhirnya jatuh hati pada fisika saat memasuki bangku SMA.

“Sejak kecil sebenarnya saya memperdalam ilmu di bidang Matematika terlebih dahulu dan dari situ saya berhasil meraih medali perak di OSN SD 2020 dan OSN SMP 2025,” ujar Evan dikutip dari laman BPK Penabur.

Menurut Evan, fisika memiliki daya tarik karena mampu menjelaskan fenomena alam secara logis dan terstruktur melalui pendekatan matematika.

“Menurut saya, Fisika merupakan ilmu sains paling dasar untuk memahami ilmu sains lainnya,” katanya.

Ackhava Tak Hanya Hebat di Fisika

Peraih emas lainnya, Ackhava Adam Malonda, juga dikenal sebagai pelajar multitalenta yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

Sebelumnya, Ackhava meraih medali perak bidang Fisika pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Tidak hanya unggul di fisika, ia juga menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang informatika.

Ackhava bahkan sukses meraih medali perak sekaligus mencatat nilai tertinggi Tim Indonesia pada ajang The 20th Asia-Pacific Informatics Olympiad (APIO) 2026 di Taiwan.

Salah Satu APhO Terbesar dalam Sejarah

APhO ke-26 tahun ini diselenggarakan oleh Korean Physical Society dan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Sains, Informasi, Komunikasi, dan Teknologi Korea Selatan, Dr. Koo Hyuk Chae.

Penyelenggaraan tahun ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah APhO dengan melibatkan 28 tim dan total 208 peserta dari berbagai negara di Asia serta beberapa tim tamu dari luar Asia.

Negara peserta meliputi China, Jepang, Korea Selatan, India, Singapura, Arab Saudi, Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, hingga Kanada dan Rumania sebagai tim tamu.

Tim Indonesia dipimpin oleh Herry Kwee, PhD, Zainul Abidin, PhD, dan Jong Anly Tan, PhD.

Adapun proses seleksi dan pembinaan peserta dilakukan oleh Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (Simetri) melalui tiga tahap seleksi nasional yang terbuka bagi seluruh pelajar Indonesia tanpa biaya pendaftaran.

Tag NEWS
Join WA Channel