Minggu, 14 Juni 2026 28 Dzulhijjah 1447 H 01.10 WIB Makkah --°C
NEWS

Gedung Baru KJRI Jeddah Usung Batik Indonesia dan Arsitektur Rawshan Hijaz

NJ Oleh Neo Jurnalis 13 Juni 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Gedung baru Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, menghadirkan wajah diplomasi Indonesia yang memadukan identitas budaya Nusantara dan arsitektur khas Hijaz.

Bangunan tersebut dirancang oleh INJ Architects di bawah pimpinan Arsitek Ibrahim Nawaf Joharji. Kompleks seluas 5.832 meter persegi itu selesai dibangun pada awal 2026 dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan diplomatik, keamanan, pelayanan konsuler, serta dukungan terhadap Misi Haji Indonesia.

CNN Indonesia melaporkan, arsitektur diplomatik memiliki karakter berbeda dibandingkan bangunan umum. Gedung konsulat harus memenuhi kebutuhan dua pemerintah, menyesuaikan aturan perencanaan kota, mengikuti otorisasi Kementerian Luar Negeri, serta mematuhi protokol keamanan fasilitas diplomatik.

Co-founder INJ Architects, Dr. Azhar Magrabi, mengatakan desain gedung konsulat tidak hanya menuntut kemampuan arsitektur, tetapi juga kemampuan membaca alur komunikasi antarlembaga.

“Dalam konteks ini, arsitek berfungsi kurang lebih sebagai perancang dan sebagai mediator teknis antara lembaga-lembaga yang komunikasinya melalui protokol, bukan obrolan,” kata Azhar.

Batik Bertemu Rawshan

Fasad utama menjadi salah satu elemen paling menonjol dari gedung baru tersebut. Desainnya memadukan motif Batik Indonesia dengan Rawshan, elemen arsitektur tradisional Hijaz yang banyak ditemukan di kawasan bersejarah Jeddah, Makkah, dan Madinah.

Rawshan dikenal sebagai layar kisi-kisi berornamen menyerupai balkon tertutup. Elemen ini menjadi bagian penting karakter perkotaan Jeddah selama ratusan tahun.

Aturan setempat mengharuskan bangunan baru di Jeddah selaras dengan tradisi arsitektur tersebut. INJ Architects menjawab ketentuan itu dengan pendekatan yang mempertemukan budaya Saudi dan Indonesia.

“Alih-alih memperlakukan persyaratan ini sebagai batasan, desain menerjemahkan geometri tekstil Batik Indonesia ke dalam layar logam berlubang yang membawa logika struktural Rawshan sambil mengekspresikan identitas budaya Indonesia yang paling dikenal,” ujar Azhar.

Pola perforasi pada fasad dikembangkan secara parametrik dan dikalibrasi dengan arah matahari sesuai orientasi bangunan. Sistem tersebut membuat ekspresi budaya dan fungsi lingkungan bekerja dalam satu desain yang sama.

Sentuhan Rumah Gadang

Garis atap gedung juga mengambil inspirasi dari arsitektur Rumah Gadang di Sumatra Barat. Lengkungan ke atas pada atap ditafsirkan ulang agar tetap sesuai dengan ketentuan formal Kode Bangunan Saudi.

Perpaduan tersebut membuat gedung baru KJRI Jeddah tidak hanya hadir sebagai fasilitas diplomatik, tetapi juga sebagai representasi visual kebudayaan Indonesia di Arab Saudi.

Bangunan ini sekaligus memperlihatkan hubungan budaya dua kawasan Islam yang memiliki sejarah panjang: Nusantara dan Hijaz.

Fasilitas Misi Haji Indonesia

Kompleks baru Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah terdiri atas bangunan operasional administrasi konsuler, tempat tinggal diplomat, serta fasilitas khusus untuk Misi Haji Indonesia.

Area Misi Haji menjadi bagian penting karena Jeddah merupakan salah satu simpul utama pelayanan jemaah Indonesia di Arab Saudi, terutama saat musim haji.

Jalur sirkulasi dalam kompleks dirancang terpisah untuk mengelola volume jemaah haji pada masa puncak. Rancangan tersebut bertujuan menjaga pelayanan tetap berjalan tanpa mengganggu operasional harian dan sistem keamanan kawasan diplomatik.

Mengusung Nilai Keberlanjutan

Gedung baru KJRI Jeddah juga mengusung nilai keberlanjutan dalam proses pembangunannya. Seluruh perlengkapan dan sistem konstruksi didatangkan dari sumber lokal di Arab Saudi.

Strategi penggunaan sumber lokal bertujuan mengurangi emisi transportasi, menekan jejak karbon proyek, serta menghindari gangguan rantai pasok global di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan.

Proyek tersebut diselesaikan tepat waktu dan menjadi contoh bagaimana bangunan diplomatik dapat berfungsi sebagai pusat layanan negara, simbol budaya, serta fasilitas yang mendukung kebutuhan keamanan dan pelayanan publik.

Arsitektur diplomatik sering kali tidak mendapat sorotan sebesar bangunan sipil atau bangunan budaya. Gedung baru Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah menunjukkan bahwa ruang diplomasi juga dapat menjadi medium pengenalan identitas bangsa.

KJRI Jeddah kini tidak hanya menjadi tempat pelayanan bagi warga negara Indonesia di Arab Saudi. Gedung baru tersebut juga menjadi wajah budaya Indonesia yang berpadu dengan warisan arsitektur Hijaz.

Tag NEWS
Join WA Channel