Senin, 08 Juni 2026 22 Dzulhijjah 1447 H 00.49 WIB Makkah 34°C
NEWS

Kemenag: Penelitian Kampus Harus Jadi Solusi, Bukan Hanya Publikasi

NJ Oleh Neo Jurnalis 7 Juni 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan perguruan tinggi keagamaan tidak boleh berhenti pada capaian publikasi ilmiah dan indeksasi internasional semata. Riset yang didanai negara harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Penguatan Program Bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Kemitraan yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan arah baru kebijakan penelitian nasional yang menempatkan dampak sosial sebagai salah satu ukuran utama keberhasilan riset.

Ubah Paradigma Penelitian

Kamaruddin Amin menegaskan bahwa penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kepentingan bangsa.

“Penelitian harus benar-benar impactful, responsif terhadap realitas dan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai penelitian hanya menjadi kajian akademik yang tidak memiliki kebaruan dan tidak memberikan kontribusi nyata,” ujar Kamaruddin Amin.

Menurutnya, setiap penelitian yang menggunakan dana negara memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Komitmen tersebut menuntut para peneliti, akademisi, dan pengelola jurnal ilmiah untuk membangun budaya riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara luas.

Dukung Agenda Indonesia Emas 2045

Kamaruddin menilai berbagai program strategis nasional membutuhkan dukungan kajian ilmiah yang kuat dan berbasis data.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), percepatan penurunan stunting, pembangunan sumber daya manusia, hingga agenda besar Indonesia Emas 2045 menjadi sejumlah bidang yang memerlukan kontribusi aktif dari kalangan akademisi.

“Hasil penelitian yang berbasis data dan bukti empiris akan memberikan kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan publik,” katanya.

Peran perguruan tinggi keagamaan tidak lagi terbatas sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kehadiran PTKI juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.

Kebaruan dan Relevansi Menjadi Prioritas

Kementerian Agama juga menyoroti pentingnya unsur kebaruan dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan.

Kamaruddin menjelaskan kualitas penelitian tidak cukup hanya memenuhi standar metodologi, tata tulis, maupun persyaratan teknis jurnal internasional. Nilai utama sebuah penelitian terletak pada kemampuan menghadirkan perspektif baru dan menawarkan solusi yang relevan terhadap tantangan masyarakat.

“Dalam menilai sebuah tulisan jurnal, yang harus menjadi pertimbangan utama adalah apa yang baru dan apa dampaknya. Tidak cukup hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga harus memiliki substansi yang kuat dan relevan,” ujarnya.

Pandangan tersebut menunjukkan perubahan orientasi dari sekadar memenuhi target administratif menuju budaya akademik yang lebih inovatif dan solutif.

Prestasi Jurnal PTKI Terus Meningkat

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Nur Khafid, melaporkan bahwa jurnal ilmiah PTKI terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hingga saat ini terdapat 53 jurnal PTKI yang telah terindeks Scopus. Sebanyak 41 jurnal di antaranya berhasil masuk kategori Quartile 1 (Q1), yaitu peringkat tertinggi dalam klasifikasi jurnal internasional.

Selain itu, sebanyak 1.726 jurnal PTKI telah memperoleh akreditasi SINTA pada berbagai tingkatan.

Capaian tersebut menunjukkan kualitas akademik PTKI yang terus meningkat. Kementerian Agama berharap prestasi tersebut dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya kontribusi penelitian terhadap pembangunan nasional dan penyelesaian persoalan masyarakat.

Riset yang berkualitas tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi instrumen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Tag NEWS
Join WA Channel