Kemenhaj Terima Sinyal Awal Kuota Haji 2027, Indonesia Siapkan Acuan 221 Ribu Jemaah
Hajiumrahnews.com — Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi pembagian kuota haji untuk musim 1448 H/2027 M. Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah menerima sinyal awal terkait jumlah kuota yang kemungkinan akan diberikan kepada Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengatakan informasi awal tersebut diperoleh dari dokumen persiapan yang diterima Kemenhaj dari otoritas Arab Saudi.
“Kuota haji belum disampaikan secara jelasnya. Tetapi, di dalam dokumen itu disebutkan bahwa persiapkan nama-nama jemaah haji sesuai dengan data, angka yang tahun berjalan sekarang,” ujar Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Ahad (31/5/2026).
Berdasarkan petunjuk tersebut, Kemenhaj untuk sementara menggunakan kuota haji tahun berjalan sebagai acuan persiapan penyelenggaraan haji 2027.
Pada musim haji 1447 H/2026 M, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221 ribu jemaah.
Kuota Diperkirakan Tidak Berkurang
Gus Irfan menyebut peluang berkurangnya kuota haji Indonesia pada 2027 relatif kecil. Bahkan, ia tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa memperoleh tambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi.
“Pedoman sekarang, dan insyaallah nggak akan berkurang, bahkan ada kemungkinan yang tiba-tiba muncul tambahan kuota,” kata Gus Irfan.
Kemenhaj tetap menunggu pengumuman resmi dari Arab Saudi sebelum menetapkan langkah final terkait daftar jemaah, layanan, serta skema operasional haji 2027.
Tambahan Kuota Harus Dibarengi Kesiapan Pembiayaan
Meski secara teknis Indonesia dinilai mampu mengakomodasi apabila terdapat tambahan kuota, Gus Irfan menegaskan aspek pembiayaan tetap menjadi perhatian penting.
Menurutnya, kesiapan teknis harus berjalan seiring dengan dukungan pendanaan, terutama dalam memastikan layanan jemaah tetap berjalan optimal.
“Secara teknis, walaupun ada tambahan, tetapi insyaallah kami siap. Tetapi, yang jadi pertimbangan kami adalah finance juga. Apakah teman-teman BPKH siap atau enggak, itu juga jadi pertimbangan utama kami,” ujarnya.
Kesiapan pembiayaan menjadi faktor penting karena tambahan kuota akan berdampak pada berbagai kebutuhan layanan, mulai dari penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Awal
Kemenhaj mulai menyiapkan penyelenggaraan haji 2027 lebih awal agar seluruh aspek layanan dapat dirancang secara lebih matang.
Persiapan dini dinilai penting, terutama setelah Pemerintah Arab Saudi mulai menyampaikan dokumen awal terkait tahapan penyelenggaraan haji tahun depan.
Pemerintah Indonesia masih menunggu pengumuman resmi Arab Saudi terkait kuota haji masing-masing negara untuk musim 1448 H/2027 M.
Kemenhaj berharap proses persiapan yang dilakukan lebih awal dapat membuat penyelenggaraan haji tahun depan semakin tertata, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.