Menhaj Akui Indonesia Belum Raih Labbaytum Award, Saudi Tetap Beri Apresiasi
Hajiumrahnews.com — Indonesia belum berhasil masuk dalam daftar penerima Labbaytum Award 2026, penghargaan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada negara-negara dengan penyelenggaraan haji terbaik.
Kementerian Haji dan Umrah RI menilai sejumlah indikator masih perlu diperkuat. Aspek kesehatan jemaah menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi penyelenggaraan haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan Labbaytum Award diberikan berdasarkan berbagai indikator yang mencakup tata kelola penyelenggaraan haji secara menyeluruh.
“Mengenai penghargaan Labbaytum itu memang kita tidak mendapatkan karena memang banyak faktor-faktor yang harus dinilai, termasuk dan terutama kesehatan. Kesehatan itu jadi salah satu penilaian,” ungkap Gus Irfan dalam konferensi pers Amirul Hajj di Gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6/2026).
Kesehatan Jemaah Jadi Fokus Evaluasi
Gus Irfan menjelaskan aspek kesehatan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kualitas pelayanan haji negara-negara pengirim jemaah.
Evaluasi tersebut menjadi catatan bagi pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan, mulai dari kesiapan tenaga medis, pemantauan kondisi jemaah, hingga sistem respons terhadap risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Penyelenggaraan haji Indonesia memiliki tantangan besar karena jumlah jemaah sangat banyak dan berasal dari beragam kelompok usia. Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan menjadi salah satu elemen strategis dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Saudi Tetap Beri Apresiasi Khusus
Gus Irfan menyampaikan bahwa Indonesia tetap mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi meski tidak memperoleh penghargaan resmi Labbaytum Award.
Ia menyebut undangan khusus dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah, menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada delegasi Indonesia.
“Kami juga paham bahwa mereka tidak memberikan penghargaan kepada kami, tapi secara resmi, secara langsung, secara personal, mereka memberikan penghargaan. Kami datang tanggal 19 Mei malam, pagi sudah diundang oleh Menhaj Saudi untuk hadir di kantornya, sore kami diundang oleh Menteri Dalam Negeri, ini hierarkinya cukup tinggi,” terangnya.
Gus Irfan menilai bentuk penerimaan tersebut menunjukkan penyelenggaraan haji Indonesia tetap mendapat perhatian positif dari otoritas Arab Saudi.
Menteri Haji Saudi Datangi Tenda Indonesia
Apresiasi lain juga ditunjukkan melalui kunjungan Menteri Haji Arab Saudi ke tenda jemaah Indonesia di Mina.
“Kemudian yang lebih membanggakan bagi kami, Menteri Haji Arab Saudi datang khusus ke tenda kami di Mina untuk menyampaikan apresiasi kepada kami,” ujarnya.
Wakil Menteri Haji Arab Saudi juga disebut mengunjungi daerah kerja Indonesia di Makkah. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Gus Irfan menegaskan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari penghargaan internasional. Penilaian jemaah yang menerima layanan secara langsung juga menjadi ukuran penting.
“Alhamdulilah kalau apresiasi dari jemaah tentu teman-teman media tanyakan sendiri kepada mereka karena kita tidak ingin mengklaim keberhasilan kita sendiri,” pungkasnya.
Mengenal Labbaytum Award
Labbaytum Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada negara-negara yang dinilai berhasil mengelola penyelenggaraan haji secara optimal.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari implementasi Visi Saudi 2030 dan Program Khidmat Dhuyufirrahman yang dijalankan sejak 2018.
Malam penganugerahan Labbaytum Award 2026 untuk musim haji 1447 H/2026 M digelar pada 14 Zulhijah 1447 H atau 1 Juni 2026.
Malaysia menjadi salah satu negara yang meraih penghargaan bergengsi tersebut melalui Labbaytum Diamond Award 2026. Sejumlah negara lain, seperti Irak, Turki, Aljazair, Yordania, dan China, juga memperoleh penghargaan sesuai kategori masing-masing.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa penilaian Labbaytum Award tidak hanya berfokus pada tingkat kepuasan jemaah.
Indikator penilaian mencakup keseluruhan ekosistem penyelenggaraan haji, termasuk kemampuan adaptasi terhadap sistem layanan modern Arab Saudi, digitalisasi layanan, integrasi sistem, kepatuhan terhadap regulasi, serta manajemen mutu berbasis data.
Evaluasi atas Labbaytum Award 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi Indonesia untuk memperkuat tata kelola haji, meningkatkan kualitas kesehatan jemaah, dan menyesuaikan layanan dengan standar baru yang diterapkan Arab Saudi.