Minggu, 26 Juli 2026 12 Safar 1448 H 03.51 WIB Makkah 34°C
HAJI UMRAH

Wamenhaj: Integritas dan Meritokrasi Jadi Fondasi Budaya Baru Kementerian Haji dan Umrah

NJ Oleh Neo Jurnalis 25 Juli 2026 2 menit baca

Hajiumrahnews.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus membangun fondasi organisasi sejak resmi berdiri sebagai kementerian baru. Penguatan integritas, profesionalisme, dan sistem merit menjadi tiga pilar utama yang disiapkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji dan umrah.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menutup Entry Program Mutasi ASN Karier Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (23/7/2026).

"Integritas adalah wajah utama Kemenhaj. Ambil seluruh kebaikan yang diwariskan instansi-instansi sebelumnya, tetapi tinggalkan hal-hal yang buruk. Kita sedang membangun budaya baru yang menjadi fondasi kementerian ini," ujar Dahnil.

Menurutnya, keberhasilan Kemenhaj tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi baru, tetapi juga oleh karakter aparatur sipil negara (ASN) yang mengedepankan integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan. Kepercayaan publik, kata Dahnil, akan dibangun melalui perilaku aparatur dalam menjalankan amanah.

Dahnil juga menegaskan pentingnya penerapan meritokrasi dalam pengembangan organisasi. Seluruh ASN didorong mengembangkan kompetensi dan menunjukkan kinerja terbaik agar setiap proses penugasan maupun pengembangan karier berlangsung secara objektif dan berbasis prestasi.

"Di Kementerian Haji dan Umrah tidak boleh ada ruang bagi budaya yang mengabaikan kompetensi. Meritokrasi harus menjadi cara kita bekerja sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berkembang berdasarkan kapasitas serta kinerjanya," katanya.

Dalam arahannya, Dahnil mengutip pandangan Ibnu Taimiyah dalam kitab As-Siyasah Asy-Syar'iyyah yang menyebut dua syarat utama keberhasilan pemerintahan adalah al-quwwah (kompetensi) dan al-amanah (integritas). Kedua prinsip tersebut, menurutnya, harus menjadi karakter dasar setiap ASN di lingkungan Kemenhaj.

"Kompetensi dan amanah tidak bisa dipisahkan. ASN harus memiliki kemampuan untuk bekerja sekaligus integritas untuk menjaga amanah. Itulah fondasi yang akan membawa Kemenhaj menjadi institusi yang dipercaya publik," ujarnya.

Melalui Entry Program Mutasi ASN Karier, Kemenhaj berharap seluruh aparatur yang bergabung memiliki kesamaan nilai, memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada integritas, meritokrasi, dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah.

Join WA Channel