Saudi Sulap Kain Ihram Bekas Jadi Tas, Bantal, dan Suvenir Haji
Hajiumrahnews.com — Arab Saudi mengembangkan inisiatif daur ulang kain ihram bekas jemaah haji menjadi berbagai produk bernilai, mulai dari tas, bantal, penutup, hingga suvenir.
Program bernama Sustainable Ihram tersebut dijalankan oleh National Center for Waste Management. Kain ihram yang ditinggalkan jemaah di area situs suci dikumpulkan, dibersihkan, disterilkan, lalu diolah kembali menjadi produk baru.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi mengurangi limbah tekstil selama musim haji. Setiap tahun, banyak kain ihram ditinggalkan jemaah setelah rangkaian ibadah selesai.
Juru bicara National Center for Waste Management, Sultan Al-Harthi, mengatakan program Sustainable Ihram telah menghasilkan lebih dari 5.000 produk dari kain daur ulang selama satu tahun terakhir.
Produk yang dihasilkan mencakup tas, bantal, penutup, dan suvenir. Seluruh produk tersebut dibuat dari pakaian ihram yang ditinggalkan jemaah setelah menyelesaikan manasik haji.
Proses Daur Ulang Ihram
Petugas mengumpulkan kain ihram bekas dari titik-titik pengumpulan yang telah ditentukan di kawasan situs suci.
Kain tersebut kemudian melewati proses pemilahan sebelum dibersihkan dan disterilkan sesuai standar kesehatan yang ketat.
Al-Harthi menegaskan, tidak ada bahan yang masuk ke tahap produksi sebelum seluruh proses sterilisasi selesai dan dinyatakan memenuhi standar.
Program ini juga melibatkan kemitraan lintas sektor. National Center for Waste Management menggandeng 22 entitas dari pemerintah, sektor swasta, dan organisasi nirlaba untuk menjaga keberlanjutan operasional program.
Kurangi Limbah dan Emisi Karbon
Lebih dari 211 ton tekstil berhasil dicegah masuk ke tempat pembuangan akhir melalui program ini.
Pusat tersebut menyebut pengalihan limbah tekstil dari tempat pembuangan akhir turut membantu mengurangi emisi karbon selama musim haji.
Daur ulang kain ihram juga menekan biaya transportasi dan biaya pengelolaan tempat pembuangan akhir. Material yang sebelumnya menjadi limbah kini dapat memiliki nilai ekonomi baru melalui produk daur ulang.
Berdayakan Perempuan Produktif
Program Sustainable Ihram tidak hanya berdampak pada lingkungan. Inisiatif ini juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sebanyak 30 lapangan kerja musiman tercipta melalui program tersebut. Dukungan juga diberikan kepada 25 penjahit perempuan dari keluarga produktif.
Para perempuan tersebut ikut terlibat langsung dalam proses produksi barang daur ulang. Keterlibatan ini memberi peluang kerja bagi perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.
Kesadaran Jemaah Meningkat
Al-Harthi menyebut tingkat kesediaan jemaah untuk menyumbangkan kain ihram mereka terus meningkat setiap musim haji.
Peningkatan tersebut dinilai sebagai tanda tumbuhnya kesadaran lingkungan di kalangan jemaah. Kampanye edukasi yang berkaitan dengan program ini telah menjangkau lebih dari 200.000 orang.
National Center for Waste Management juga tengah mengembangkan upaya lain untuk mengubah kelebihan makanan dari situs suci menjadi kompos organik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dorongan lebih luas untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular selama musim haji.
Al-Harthi mengatakan program ini menunjukkan bahwa limbah dapat diubah menjadi sumber daya bermanfaat apabila sistem yang jelas dan kemitraan yang kuat tersedia.
Model Sustainable Ihram juga dinilai berpotensi diterapkan pada sektor lain di Arab Saudi.