Jumat, 05 Juni 2026 19 Dzulhijjah 1447 H 00.29 WIB Makkah 33°C
NEWS

Turki dan Saudi Bahas Reaktivasi Jalur Kereta ke Suriah hingga Teluk

NJ Oleh Neo Jurnalis 4 Juni 2026 3 menit baca

Hajiumrahnews.com — Turki mulai membahas rencana reaktivasi jalur kereta regional yang menghubungkan Turki dengan Suriah, Yordania, Arab Saudi, dan negara-negara Teluk.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. Ia menyebut Ankara telah memulai pembicaraan dengan Arab Saudi untuk menghidupkan kembali jalur transportasi yang membentang dari Turki menuju Suriah, kemudian berlanjut ke Yordania, Arab Saudi, dan kawasan Teluk.

“Kami telah memulai pembicaraan dengan Arab Saudi untuk mengaktifkan kembali jalur kereta dari Turki ke Suriah, dari Suriah ke Yordania, Arab Saudi, dan negara-negara Teluk lainnya,” ujar Hakan Fidan, dikutip dari sejumlah laporan media kawasan.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi, logistik, dan perdagangan di kawasan Timur Tengah setelah perubahan dinamika politik dan keamanan di Suriah.

Hidupkan Kembali Koridor Regional

Dilansir Enab Baladi English, Turki sedang menjajaki pengaktifan kembali koridor transportasi regional yang menghubungkan wilayahnya dengan negara-negara Arab melalui Suriah dan Yordania.

Koridor tersebut dinilai strategis karena dapat membuka kembali jalur darat dan rel yang selama bertahun-tahun terganggu akibat konflik Suriah.

Caliber.Az juga melaporkan bahwa pembahasan antara Turki dan Arab Saudi mencakup kemungkinan menghidupkan kembali jalur rel lintas kawasan yang dapat menjangkau negara-negara Teluk.

Rencana ini belum berada pada tahap operasional. Pembicaraan masih berkaitan dengan studi, koordinasi teknis, serta penjajakan kerja sama antarnegara.

Terkait Jalur Historis Hejaz Railway

Gagasan menghubungkan kembali Turki dengan Arab Saudi melalui Suriah dan Yordania kerap dikaitkan dengan jalur historis Hejaz Railway.

Hejaz Railway pernah menjadi jalur penting yang menghubungkan Damaskus dengan Madinah pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Jalur tersebut memiliki nilai sejarah besar, terutama karena berkaitan dengan perjalanan menuju Tanah Suci.

Turki, Suriah, dan Yordania sebelumnya telah menunjukkan komitmen untuk memulihkan dan memodernisasi jalur historis tersebut. Jika terealisasi, jalur itu dapat menjadi koridor ekonomi baru yang menghubungkan Asia Kecil, Syam, Hijaz, dan kawasan Teluk.

Saudi Juga Lakukan Studi Jalur Rel

Sumber lain dari Yeni Şafak English melaporkan Menteri Transportasi Arab Saudi, Saleh Al-Jasser, menyatakan studi proyek jalur kereta yang menghubungkan Saudi ke Turki melalui Yordania dan Suriah ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Jalur kereta Saudi disebut telah menjangkau kawasan perbatasan Yordania melalui Al-Haditha. Titik tersebut dapat menjadi simpul penting apabila proyek konektivitas Saudi-Turki melalui Yordania dan Suriah dilanjutkan.

Ada rencana yang lebih luas untuk menghubungkan kota suci Makkah dan Madinah dengan Istanbul melalui jalur rel lintas negara.

Jika proyek tersebut berkembang, konektivitas baru ini berpotensi mendukung mobilitas peziarah, wisatawan, barang, dan arus perdagangan antarnegara.

Potensi untuk Haji dan Umrah

Rencana jalur kereta Turki-Suriah-Yordania-Saudi juga menarik perhatian karena dapat membuka peluang baru dalam perjalanan keagamaan.

Secara historis, jalur darat dan rel dari kawasan Syam menuju Hijaz pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan jamaah haji. Modernisasi jalur tersebut dapat menghadirkan alternatif konektivitas baru, meskipun implementasinya masih membutuhkan waktu panjang.

Proyek ini juga berpotensi memperkuat integrasi kawasan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi lintas negara yang lebih efisien.

Masih Tahap Pembicaraan

Meski mendapat perhatian luas, rencana reaktivasi jalur kereta tersebut masih berada pada tahap pembicaraan dan studi. Belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal pembangunan, rute final, skema pembiayaan, maupun waktu operasional.

Sejumlah tantangan masih harus dihadapi, mulai dari kondisi infrastruktur lama, stabilitas keamanan di Suriah, kebutuhan investasi besar, hingga koordinasi teknis antarnegara.

Namun, dimulainya pembicaraan antara Turki dan Arab Saudi menjadi sinyal penting bahwa konektivitas regional menuju kawasan Teluk kembali menjadi agenda strategis.

Apabila terealisasi, jalur kereta ini tidak hanya menjadi proyek transportasi, tetapi juga simbol pemulihan hubungan kawasan, penguatan ekonomi lintas negara, dan kebangkitan kembali jalur historis menuju Tanah Suci.

Tag NEWS
Join WA Channel